Corona Virus, Wabah Baru yang Menggegerkan Dunia

Virus Corona atau 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Virus ini bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.
Virus Corona ini awalnya dideteksi di Wuhan, China dimana potensi terjadinya penyebaran virus adalah di kawasan pasar ikan, pasar basah. Virus ini diduga ditularkan dari hewan – hewan liar yaitu kelelawar dan ular. Namun, hal tersebut belum dapat dibuktikan kebenarannya.
Gejala seseorang terinfeksi virus ini seperti mengalami gejala flu, seperti hidung berair dan meler, sakit kepala, batuk, nyeri tenggorokan, dan demam, atau gelala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Namun secara umum gejalanya yaitu demam, batuk, dan sesak napas. Gejala tersebut akan muncul dalam 2 hari sampai 2 minggu setelah terinfeksi.
WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia sendiri telak mendasarkan Corona Virus sebagai darurat kesehatan global. Kriteria darurat kesehatan global menurut WHO adalah serius, mendadak, tidak biasa, tidak dapat diprediksi, berdampak pada kesehatan masyarakat di luar negara sumber awal penyakit, dan membutuhkan aksi internasional secara tepat.
Virus ini sendiri menyebar dengan sangat cepat hingga negara lain. Banyak yang mengira bahwa virus ini juga ikut terbawa oleh turis yang berkunjung ke China maupun warga China yang berkunjung ke negara lain. Hal ini menyebabkan beberapa negara melarang adanya kunjungan dari maupun ke China. Penularan virus ini dari manusia ke manusia diperkirakan terjadi melalui kontak langsung dalam jarak dekat via tetesan kecil (droplet) saluran pernapasan yang dihasilkan penderita saat bersin dan batuk.
Pada bulan pertama, sekitar 7.783 orang sudah terpapar virus. Sedangkan per tanggal 3 Februari 2020 pukul 3.31 pm telah dilaporkan jumlah total kasus di seluruh dunia mencapai 17.405 kasus dengan jumlah pasien meninggal 362 orang dan 487 pasien dinyatakan sembuh. Dan jumlah ini masih bisa bertambah selama vaksinnya belum bisa ditemukan.
Di Indonesia sendiri belum ditemukan kasus mengenai penularan Corona Virus. Jumlah spesimen suspek virus corona baru yang diperiksa Kementrian Kesehatan Indonesia hingga 24 Februari 2020 adalah 136 kasus dengan hasil 132 negatif dan 4 masih dalam proses pemeriksaan. Namun, hingga saat ini masih belum ada pernyataan resmi yang menyatakan warga Indonesia tertular virus Corona. Pada awal munculnya kasus ini, Pemerintah Indonesia dengan segera mengambil langkah pencegahan dengan cara melarang penerbangan dari dan ke Wuhan, mengaktifkan 135 thermoscanner di pintu kedatangan internasional, mengevakuasi dan mengkarantina WNI dari Wuhan di Natuna, serta mengaktifkan 21 kapsul evakuasi di beberapa bandara internasional. Namun, ditemukan beberapa warga asing yang berlibur ke Indonesia yang tertular Corona Virus segera dipulangkan. Selain itu ada 9 WNI di kapal pesiar Diamond Princess, Jepang yang positif tertular Corona Virus. Tetapi untuk penularan di dalam negeri masih belum ditemukan hingga saat ini.
Namun, bukan berarti Indonesia kebal dari resiko tersebut. Indonesia sendiri berada di peringkat 11 dari negara yang beresiko tinggi berdasarkan riset Shengjie Lai, et al berdasarkan data penerbangan wisatawan dari 18 kota beresiko tinggi di China.WHO sendiri melakukan inspeksi ke Indonesia untuk memastikan kesiapan Indonesia dalam menghadapi kemungkinan wabah Corona Virus.
Ada yang beranggapan bahwa orang Indonesia tidak tertular Corona Virus karena sering minum jamu tradisional maupun anggapan-anggapan lainnya. Anggapan-anggapan tersebut muncul karena banyak negara tetangga yang bahkan jaraknya dekat dengan Indonesia sudah tertular Corona Virus namun tidak dengan Indonesia. Namun kita tidak boleh lengah dalam menghadapi wabah penyakit tersebut. Kita dapat melakukan pencegahan dengan cara menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, rutin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menghindari kontak dengan hewan liar, makan makanan bergizi dan suplemen bila perlu agar daya tahan tubuh meningkat, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Referensi :
https://instagram.com/narasinewsroom?igshid=1lbr6bp50bzg9
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Koronavirus
https://www.alodokter.com/virus-corona
Corona membuat harga masker dan hand sanitizer semakin mahal, dan harus lebih berhati hati dalam menjaga kebersihan lingkungan
BalasHapusDi indonesia lagi musim hujan trs banyak yg pilek dan demam, ciri lain yang lebih spesifik ada lagi ngk?😁
BalasHapusOh, ini to virus yang bikin dunia jadi geger heheheheh
BalasHapus