China dan Corona
Tak asing lagi di filiran kita yaitu tentang China dan virus Corona . Menurut pihak berwenang China Awalnya, pihak berwenang di China mengatakan kasus pertama virus corona diketahui pada 31 Desember 2019.Ketika itu, infeksi yang gejalanya mirip dengan pneumonia tersebut diyakini berasal dari pasar dan hewan dan ikan laut di Wuhan, Provinsi Hubei.
Akibat dari virus Corona tersebut sangat besar dampaknya tercatat hingga hari Senin tanggal 24 Februari korban tewas mencapai 2592 orang . Akibat kejadian tersebut pemerintah China resmi melarang jual beli hewan eksotis di pasar Wuhan Berdasarkan laporan XinHua News yang dilansir dari Says, Jumat (28/2/2020), secara menyeluruh, pemerintah Tiongkok melarang jual-beli dan konsumsi hewan liar terhitung Senin, 24 Februari 2020, untuk mencegah penyebaran wabah dari hewan ke manusia di masa mendatang.BusinessBusiness Insider melaporkan, wabah corona, di mana telah menelan korban 2,7 ribu jiwa di Tiongkok, sejak awal diduga ditularkan ke manusia lewat babi, musang, atau trenggiling yang dijual di Pasar Huanan di Wuhan.
Juru bicara legislaif mengatakan, keputusan yang secara ekonomi melibatkan uang sejumlah 74 miliar dolar Amerika atau Rp106 trilun ini bersifat darurat dan esensial.
"Orang-orang sudah punya kekhawatiran megonsumsi hewan liar dan bahaya tersembunyinya mengancam kesehatan publik sejak corona menyebar," kata Legislative Affairs Commission Zhang Tiewei dalam sebuah wawancara dengan Reuters.
Zhang menambahkan bahwa keputusan itu datang dari kondisi krisis sebagai bentuk pengendalian dan pencegahan wabah. Bersama keputusan ini, disebutkan bahwa mereka yang memperjual belikan dan mengonumsi hewan liar akan mendapat sanksi berat.
Menurut The Star, kebanyakan jual-beli hewan liar di Tiongkok sendiri bersifat ilegal. Tapi, praktiknya masih bisa terlindungi, lantaran ada 'lubang' di peraturan perlindungan hewan liar.Setelah virus bernama resmi COVID-19 ini menyebar ke seantero negeri, pemerintah Tiongkok melarang atas transaksi hewan liar di sejumlah pasar, restoran, dan penjualan online.Sementara, pelarangan yang diumumkan minggu ini bersifat permanen. "Ini sekaligus jadi langkah besar dalam perlindungan hewan liar eksotis," ucap Zhou Haixiang dari National Committee for Man and Biosphere pada South China Morning Post.
Opo iyo
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapus