Huru-hara dari China
Wabah
mematikan itu terjadi saat negeri tirai bambu sedang merayakan peristiwa
penting dalam kalendernya, yaitu Tahun Baru Imlek. Sesuatu yang baru, yang
membuat langit china tampak berbeda tak seperti biasanya. Yang saat ini sedang
merajalela di segala penjuru negara, yang menjadi trending topic di seluruh situs
sosial media, virus Corona.
Pertama
kali ditemukan di Kota Wuhan, China. Penularannya tidak dapat dikendalikan.
Virus yang menyerang sistem pernapasan manusia ini membuat kewaspadaan manusia
diseluruh dunia menjadi meningkat pada level dewa. Bagaimana tidak? Di China,
terutama di kota Hubei sendiri tercatat jumlah korban meninggal dunia mencapai
2.346 orang dan jumlah kasus mencapai 64.084 per Sabtu (22/2/2020). Sementara
untuk China secara keseluruhan jumlah meninggal mencapai 2.442 orang dan 76.936
kasus.
Penularan yang tidak dapat dikendalikan bukan berarti tidak dapat
dicegah.Menurut anjuran WHO, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk
pencegahan virus corona
1. Mencuci tangan sesering mungkin
2. Menerapkan teknik bernafas yang higienis
3. Menjaga jarak dengan orang lain
4. Tidak sering menyentuh mata, hidung, dan mulut
5. Mengurangi konsumsi makanan berbahan dasar hewan mentah atau setengah
matang
Tak hanya di China, berdasarkan laporan dari gissandata.maps.arcgis.com,
sudah lebih dari 20 negara yang warganya positif terjangkit corona dengan China
berada di urutan teratas sejumlah 78.826 warganya dikategorikan posotif corona terhitung
Sabtu, 29 Februari 2020.Lalu bagaimana dengan Indonesia?
Faktanya sampai detik ini belum ada yang dinyatakan positif pada warga
negara Indonesia terhadap penyebaran virus baru ini. Lantas apa alasan yang
mendasari kebalnya masyarakat Indonesia terhadap virus ini?Ada beberapa faktor mengapa
Indonesia tidak terkena wabah corona.
“Infeksi corona
high pathogenic yang terjadi di paru tersebut mengakibatkan terjadi badai sitokin
sebagai factor biologis.Badai sitokin ini bisa ditangkal degan curcumin yang
banyak terkandung dalam temulawak, jahe kunyit, dan sereh yang dikonsumsi
harian oleh masyarakat Indonesia”
Kalimat tersebut
diungkapkan oleh Prof. Dr. C. A. Nidom, drh.., MS yang merupakan Guru Besar
Biokimia dan Biologi Molekuler Universitas Airlangga.Tetapi jika difikir secara
logis ada benarnya juga.Gaya hidup dan pola makan masyarakat Indonesia yang
berbeda adalah penangkal alami mengapa Indonesia kebal terhadap Corona.
Dari artikel ini dapat diketahui awal menyebarnya virus ini dan jumlah kasus per Februari 2020. Penulis juga mencantumkan sumber data dan juga bagaimana cara mencegah penularan virus Corona. Namun untuk update pasien yang positif Corona di Indonesia saat ini ada 2 orang
BalasHapusIndonesia udah ada yang positif sis
BalasHapusInfonya bermanfaan sering" update ya semabgat👍