Agenda penting Jepang Batal karena Virus Corona


Agenda penting Jepang Batal karena Virus Corona

Jepang mencacatkan diri sebagai Negara kedua dengan kasus terbanyak virus corona setelah China yang merupakan pusat penyebarannya. Wabah yang kini menjangkit lebih dari 20 negara tersebut sudah membunuh 1775 orang, dan menginfeksi lebih dari 71.000 pada Senin ( 17/2/2020).
Secara keseluruhan, pemerintah Jepang telah mengonfirmasi adanya 518 kasus terinfeksi dimana terdapat satu kasus kematian, yaitu perempuan lansia berumur 80 tahun.
Dengan tingginya penyebaran virus corona di Jepang mengakibatkan beberapa agenda di Negara tersebut terancam akan dibatalkan. Tahun ini Jepang di jadwalkan menjadi tuan rumah penyelenggaraan pesta olahraga terbesar di dunia yaitu Olimpiade 2020 di Tokyo. Olimpiade akan di mulai sekitar 5 bulan dari sekarang, tepatnya sejak  24 Juli-9 Agustus 2020.
Hal ini kemudian membuat banyak pihak bertanya-tanya, apakah Olimpiade akan berjalan sesuai dengan rencana? Atau justru terdampak akibat persebaran corona?
Tak hanya para pendukung atau penggemar dari seluruh penjuru dunia yang ingin datang menyaksikan pertandingan, para atlet yang akan bertanding pun mengaku was-was dengan kondisi yang saat ini terjadi. Apalagi mengingat Olimpiade merupakan kegiatan 4 tahunan yang sangat dinanti oleh seluruh insan olahraga di seluruh dunia.
Sementara itu, pihak penyelenggara Tokyo 2020, Iternational Olympic Committee (IOC) dan International Paralympic Committee (IPC) bersikeras tidak akan membatlkan gelaran pertandingan tingkat dunia ini. Pekan lalu, Kepala tim Inspeksi IOC, John Coates mengonfirmasi Tokyo 2020 masih berjalan sesuai renacana.
Agenda lain yang terpaksa akan di batalkan karena virus corona yaitu acara Cosplay terbesar di Jepang bernama Nippinbashi Street Festa yang rencananya akan di senggelaran pada 15 Maret 2020. Pembatalan acara cosplay tersebut karena Nipponbashi Street Festa di hadiri banyak pengunjung setiap tahunnya. Bahkan pada tahun 2015, acara ini menarik kurang lebih 250.000 penggemar cosplay.
Para pengunjung tersebut juga akan berdiri berdekatan untuk waktu yang cukup lama. Situasi tersebut ditakutkan dapat menyebabkan penulran virus corona jika salah satu  dari pengunjung ada yang mengidap virus tersebut.
Nipponbashi Street Festa dapat dikatakan sebagai acara cosplay yang berbeda dari acara sejenis lainnya yang di adakan di dalam sebuah convention center atau dalam ruangan melainkan di tengah jalanan Denden Town, yang merupakan titik pertemuan otaku terbesar di Jepang.
Sementara itu, acara pertemuan penggemar industri anime terbesar di Tokyo bertajuk Anime Japan juga telah mengirim pernyataan resmi kepada calon pengunjung bahwa mereka juga mempertimbangkan untuk membatalkan acara tahun ini. Anime Japan dikabarkan akan dilaksanakan pada 21 – 24 Maret 2020 mendatang di gedung Tokyo Big Sight – Tokyo International Exhibition Center. Meski begitu, hingga saat ini belum ada pembatalan resmi. Oleh karena itu, Anime Japan masih akan berjalan sesuai jadwal.

Nama : Wagito
NIM : 191420405



Komentar

Posting Komentar