Corona Sulit Dihentikan, Apa Yang Dunia Lakukan?

Penyebaran virus corona semakin meluas dan terlihat sulit untuk dihentikan. Bahkan  virus Covid-19 sudah menyebar ke Iran, Irak, Oman, Bahrain, Austria, dan Kroasia. Setiap hari ada negara yang mengonfirmasi kasus baru Covid-19 di negaranya, hal ini menambah daftar panjang negara yang terinfeksi virus corona. . Total kasus virus corona hingga Sabtu pagi (29/2/2020) yang dilaporkan sudah mencapai lebih dari 84.000 pasien, dengan korban meninggal lebih dari 2.900 jiwa.
Studi yang dilakukan ilmuwan China dan Eropa menemukan bahwa virus corona memiliki mutasi serupa HIV yang artinya punya kemampuan untuk mengikat sel manusia 1.000 kali lebih kuat dibandingkan Sars atau sindrom pernapasan akut parah. Studi yang dipimpin oleh Profesor Ruan Jishou dari Nankai University ini menganalisis urutan genom dari virus corona dan membandingkannya dengan sejumlah virus lain seperti Sars yang juga dari keluarga corona, HIV, dan Ebola. Peneliti menemukan bagian gen yang bermutasi di virus corona justru tidak ada di Sars, tetapi serupa dengan yang ada di HIV dan Ebola.
Banyak peneliti yang mulai merasa kesempatan untuk menghentikan wabah ini hampir tertutup. "Saya merasa virus ini (Covid-19) seperti keluar dari China dan menyebar ke seluruh dunia diam-diam. Saya mulai pesimis wabah ini bisa dikontrol," ungkap Christopher Dye, seorang ahli epidemiologi di University of Oxford seperti dilansir Science Magazine, Selasa (25/2/2020).
Upaya yang dilakukan setiap Negara untuk mencegah maupun mengurangi jumlah korban yang terinfeksi oleh Covid-19 ini berbeda beda.  Di Italia, 10 kota di bagian utara ditutup karena virus udah menyebar di wilayah tersebut. Kemudian, Jepang melaporkan kasus-kasus baru setelah sebuah karantina di kapal pesiar rusak. Sementara di Korea Selatan wabah terus tumbuh secara eksplosif. Virus ini mungkin masih menyebar secara diam-diam di berbagai tempat. Pemimpin tim tanggap virus corona dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS Nancy Messonnier, telah memperingatkan warga Amerika untuk bekerja sama dalam mempersiapkan kemungkinan terburuk dari wabah ini. Sejauh ini usaha untuk menahan penyebaran virus ini berfokus pada memperlambat penyebaran virus di China, menjaganya agar tidak keluar ke negara lain, serta melacak orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien dan mengkarantina mereka selama dua minggu.
Sebagian negara telah memblokir seluruh penerbangan dari China, bahkan beberapa negara juga menolak turis dari Korea Selatan dan Iran masuk ke wilayahnya. Amerika Serikat mengkarantina orang-orang yang datang dari provinsi Hubei dan menolak semua orang yang pernah berada di China dalam dua minggu terakhir. Beberapa hari lalu Arab Saudi pun mengumumkan bahwa negaranya memutuskan untuk menangguhkan sementara visa umrah dan wisata ke negara tersebut. Menurut para peneliti, dengan membatasi perjalanan wisata akan sangat membantu dalam menahan penyebaran Covid-19. Namun, jika virus SARS-CoV-2 telah tersebar ke berbagai belahan dunia, pembatasan perjalanan wisata diperkirakan akan menjadi kurang efektif. Ahli epidemiologi dari Harvard University mengatakan keberhasilan dari pembatasan ini tidak akan berlangsung lama. "Jika dalam satu minggu berita kasus ini terus berlanjut, saya pikir ini menunjukkan bahwa pembatasan wisata bukan penanggulangan utama lagi," ujar peneliti bernama Marc Lipsitch tersebut. Tetapi, Bruce Aylward dari WHO mengatakan, usaha sekecil apapun tetap berguna untuk menahan penyebaran virus ini. Indonesia 

Komentar

Posting Komentar