COVID-19 DALAM KACAMATA DUNIA
Baru-baru ini dunia sedang diancam oleh virus berbahaya
bernama coronavirus disease 2019/ COVID-19. Virus ini pertama kali muncul di
negara dengan populasi manusia yang mencapai 1,4 miliar dengan luas negara lebih
dari 9ribu km2. Pusat perekonomian dunia dengan negara yang menganut
paham komunis dan biasa di kenal dengan nama REPUBLIK RAKYAT TIONGKOK/CHINA.
Virus ini terdeteksi pada November 2019 di Wuhan, Provinsi Hubei, China dengan
jumlah kasus hanya sekitar 15 hingga akhir Desember 2019. Jumlah kasus ini benar-benar
mengalami grafik lonjakan yang sangat signifikan. Hingga pada 29 Februari 2020
jumlah kasus yang terdeteksi di seluruh daratan China kurang lebih mencapai 79.000
kasus yang benar-benar menyebabkan kerugian yang sangat besar di berbagai sector,
terutama sarana prasarana dan ekonomi karena kebijakan mengisolasi 3/4 provinsi
di China dan 3000 kasus yang tersebar di 55 negara di dunia dengan total
kematian kurang dari 3000 korban jiwa dengan presentase fase umur antara 60-80
tahun sebanyak 45%, rentan umur antara 30-50 tahun 30%, rentan umur 20-30 tahun
15%, rentan umur antara 5-15tahun 8% dan rentan umur antara 1-5 tahun sebanyak
2%. Tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah.
Perlu kita ketahui virus ini pertama kali muncul di kota Wuhan
pada sebuah pasar ikan, yang mana tidak hanya hasil laut yang
diperjual-belikan, tetapi juga komoditas gelap yang menawarkan berbagai daging
hewan buas seperti : ular, harimau dan beberapa hewan yang tidak lazim di
konsumsi seperti kelelawar tikus, katak, pangolins dan lain sebagainya.
Masyarakat Tiongkok khususnya Kota Wuhan memang mempunyai tradisi memakan hewan
hewan yang tidak layak di konsumsi dengan dalih untuk memperbaiki stamina dan
mengobati penyakit. Virus COVID-19 pertama kali di publikasikan oleh tim zhang
dari salah satu laboratorium level 3 di Shanghai, China. Dengan rantai genom
mirip dengan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan MERS (Middle
East Respiratory Syndrome) yang telah lebih dulu menyebabkan epidemi mengerikan
di seluruh dunia. Virus ini diduga datang dari kelelawar, dengan struktur virus
seperti mahkota yang ditandai dengan spike protein di sekeliling
permukaan virus. Jenis protein itulah yang berperan sebagai reseptor dan
bermutasi pada pangolins kemudian dikonsumsi manusia, sehingga memengaruhi
proses infeksi pada manusia. Sebelum rantai pangolins muncul, terduga pertama
kali virus ini ada pada makanan olahan sup kelelawar yang biasa dikonsumsi oleh
sebagian masyarakat di China. Ini membuktikan bahwa virus ini dapat menular
dengan sangat cepat melalui kontak mata, hidung, mulut, udara, dan tangan.
Walaupun kematian
dari virus covid 19 ini hanya mencapai 3% dari jumlah pasien positif dan sekitar
38.000 pasien di nyatakan pulih dengan tes akhir menunjukan hasil negatif ,
tetapi yang sangat membahayakan adalah masa inkubasi virus ini pada tubuh
manusia belum diketahui. Ketika ditetapkan virus ini hanya dapat bertahan 14 hari,
banyak kasus yang menunjukkan 28-35 hari masa inkubasi baru dinyatakan positif
terjangkit terhitung dari riwayat perjalanan ke negara-negara yang terinfeksi covid
19 atau kontak dengan pasien yang terinfeksi. Gejala pada penderita yang
dinyatakan positifpun juga dapat berubah- ubah. Banyak kasus yang didominasi
dengan susah bernafas demam dan batuk batuk, tetapi di lain kasus juga banyak
yang tidak menunjukkan gejala apapun. Virus ini dapat langsung merusak sistem
pernapasan pada paru-paru dengan ancaman kematian secara mendadak. Pada laporan
salah satu berita lokal di China, sekitar 13% pasien yang telah dinyatakan sembuh
dari virus ini di Guangdong, China dinyatakan terinfeksi kembali dengan hasil
yang menyatakan positif covid 19. Hal ini berarti, virus ini lebih mematikan di
banding SARS dan MERS sebelumnya. WHO (World
Health Organization) badan kesehatan dunia telah menyatakan pandemic ini
sebagai level tinggi dan sangat berbahaya. Setelah China dengan kasus terbesar
akibat covid 19, negara kedua dengan jumlah kasus terinfeksi terbesar adalah
Korea Selatan dengan jumlah kurang lebih 2000 kasus yang pertama kali di
temukan di Kota Daegu pada jamaah Gereja Shincheonji, disusul Jepang, Italy dan
Iran. Negara- negara yang terancam adanya virus ini tengah memberlakukan
kebijakan lockdown agar dapat menekan jumlah penyebaran pandemic agar
tidak menyebar luas. Salah satu yang dapat kita saksikan saat ini adalah Arab Saudi
yang telah melarang untuk sementara waktu seluruh WNA yang akan melakukan
perjalanan keluar masuk Arab Saudi dan menunda pelaksanaan ibadah umrah hingga
waktu yang tidak ditentukan .
Seluruh negara di dunia saat ini tengah berupaya mencari obat
penawar, mematenkan vaksin dan melakukan berbagai upaya pencegahan preventif dari
covid-19. Ekonomi dunia, trade dan perdagangan ekspor-impor menjadi imbas secara langsung yang dapat di
rasakan oleh negara-negara berkembang seperti Indonesia. Indonesia sendiri
menjadi negara tanpa kasus terinfeksi virus corona. Hal ini banyak dipertanyakan
berbagai negara seperti Australia, Arab saudi dan ramai di perbincangkan di
Korea Selatan. Mengingat bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki iklim yang
sama dengan Singapura dan Malaysia yang telah lebih dulu terinfeksi covid 19.
Indonesia sendiri adalah negara yang memiliki bandar udara Internasional yang
banyak dituju oleh wisatawan dan warga negara asing. Sejauh ini Indonesia hanya
memiliki kurang lebih dibawah 10 kasus pasien yang terinfeksi virus corona yang
mana WNI ini adalah salah satu kru di kapal pesiar Diamond Cruise dan saat ini
tengah bersandar di Yokohama, Jepang dan diisolasi di dalam kapal. Kasus lain
diantaranya WNI yang sedang bekerja di Singapura. Karena belum adanya titik
terang tentang penyembuhan atau penanganan yang valid tentang virus ini selain
isolasi, maka ada beberapa hal yang bisa menjadi rujukan bagaimana cara
pencegahan covid 19 diantaranya selalu menggunakan masker ketika berada di luar
rumah, menghindari kontak fisik dengan banyak orang, menghindari tempat tempat
umum untuk sementara waktu, menjaga pola makan, rutin mencuci tangan,
menerapkan etika batuk dan bersin yang benar, serta menjaga sistem imun tubuh.

semoga semua terhindar dari virus corona
BalasHapusMinus berapa itu dunia?
BalasHapussangat informatif
HapusSangat informatif dan aktual, sehingga dapat menghimbau pembaca untuk lebih berhati hati dan menjaga kebersihan.
BalasHapusAetikelnya bagus, infromatif. Namun masih agak bertele tele dalam penulisan. Dan saya sebagai pembaca kurang suka hal tersebut, kami lebih suka singkat padat jelas dari suatu infromasi yang diberikan.
BalasHapusTerima kasih atas kritik, saran dan masukannya yang mana dapat menjadi tolak ukur penulis untuk lebih baik kedepannya :)
HapusAetikelnya menarik, infromatif. Namun membuat saya takut akan wabah Corona :v.
BalasHapusInformasinya bermanfaat, untuk penulis ditunggu artikel selanjutnya😁semangat💪
BalasHapus