KOREA DARURAT CORONA





Coronavirus telah membuat perhatian dunia, bahkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan  wabah virus ini menjadi “extradionary event” Kejadian Luar Biasa darurat global . Novel coronavirus (nCov 2019) merupakan virus yang mengakibatkan syndrome pernapasan akut, virus ini masih satu keluarga dengan virus corona penyebab SARS dan MERS. wabah penyakit ini pertama kali teridentifikasi  di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok pada desember 2019.Virus ini juga dikenal sebagai Wuhan seafood market pneumonia virus. Virus ini merupakan jenis penyakit zoonosis, infeksi virus akan menyebar dari hewan ke manusia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tanggal 11 Februari 2020 resmi memberi nama baru  novel coronavirus (2019 nCov) menjadi COVID-19 (Coronavirus Disease 2019). Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan, nama untuk virus corona baru penting untuk menghindari stigma dan nama-nama lain yang mungkin tidak akurat. Mayoritas kasus infeksi pernafasan yang menyebabkan gejala seperti pneumonia ini telah menyebar di seluruh dunia semenjak pertama kali teridentifikasi di China pada Desember 2019. Menurut WHO cara penyebaran virus corona dari seseorang yang menderita COVID-19 batuk atau bernafas , mereka melepaskan  seperti cairan yang terdapat virus corona. Kebanyakan cairan itu jatuh pada permukaan meja, tembok, atau barang yang ada disekitarnya. Orang bisa terpapar virus ini dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut. Dan juga jika berdiri pada jarak 1 atau 2 meter dari seseorang dengan COVID-19 , juga dapat tertular melalui batuk termasuk saat mereka menghembuskan nafas.




Terkait  dengan mudahnya COVID-19 menyebar, dikutip dari kompas.com pada tanggal 29 Februari 2020 tercatat COVID-19 telah menginveksi 56 Negara, 85.178 kasus dan 2.923 orang meninggal. Bukan hanya di China virus ini menjadi keadaan darurat global, namun beberapa negara lain  seperti Korea Selatan juga menetapkan status draurat mengingat banyaknya kasus teridentifikasi. Korea Selatan bahkan telah meningkatkan kewaspadaan pada level tertinggi atau red alert, hingga wilayah Daegu dan Gyeongsangbuk-do sebagai Special Care Zones karena semakin membengkaknya kasus infeksi COVID-19. Beberapa hari terakhir masyarakat Korea semakin diresahkan terkait semakin merebaknya COVID-19 mulai dari ketersediaan dan melambungnya harga masker, kondisi terkini di berbagai wilayah, hingga gejala COVID-19 dan dimana rumah sakit rujukan. Hingga awal Februari 2020, Korea Selatan telah melaporkan 977 kasus terbaru dari COVID-19. Angka ini merupakan angka tertinggi di luar China sebagai pusat pernyebaran virus Corona. Menurut Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Umar Hadi meyebut kondisi ini telah membuat kegiatan keramaian seperti festival, pertemuan internasional, dan konser banyak yang dibatalkan serta membuat indeks saham ikut melemah. Dilansir dari Naver, berdasar keterangan dari pihak Departemen kehakiman pada Selasa,25 Februari 2020 seorang pejabat pria berusia 30- dari Departemen Kehakiman di Korea Selatan dikabarkan meninggal bunuh diri di Sungai Han. Mr A dari Kantor Perencanaan Keselamatan Darurat Kementrian Kehakiman meninggal  di Jembatan Dongjak pada jam 5 pagi. Berdasarkan rekaman CCTV Mr A terlihat jatuh setelah memukul  pagar jembatan Dongjak lalu melompat dari jembatan. Mr. A ini adalah bagian dari tim perencanaan keselamatan darurat yang bertanggung jawab atas infeksi virus corona penyebab COVID-19 atas manajemen darurat dan krisis nasional. Polisi dan Departemen Kehakiman sedang menyelidiki keterkaitan meninggalnya Mr. A dengan pekerjaannya yang terkait dengan krisisnya wabah corona di Korea Selatan. Sampai dengan Sabtu, 29 Februari  peningkatan harian sejak infeksi pertama terkonfirmasi pada 20 Januari, menjadikan total kasus menjadi 2.931 . Melansir Reuters, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) menyebutkan, sebanyak 476 kasus berasal dari Daegu, dimana sebuah gereja yang menjadi pusat wabah berada. Sementara jumlah kematian akibat COVID-19 mencapai 19 orang. Korea Selatan menjadi Negara kedua terbanyak yang terkena wabah virus Corona setelah China, yang telah mencatat lebih dari 2.800 kematian dan 79.000 infeksi.


Ikhlasul Ainal 191420351


Sumber: https://amp.kompas.com/tren/read/2020/02/29/153725065/update-terbaru-corona-tembus-56-negara-85178-kasus-dan-2923-orang-meninggal

Komentar

  1. Harus bikin UGC ni.... Unit Gawat Corona ngga UGD doang ya

    BalasHapus
  2. Semoga kita masih diberikan kesehatan oleh Tuhan Yang Maha Esa

    BalasHapus
  3. Kenapa milih nulis tentang korea bang, jangan jangan anda kpopers :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf saya bukan kpopers, tapi saya membuat artikel ini bedasarkan fakta yang sudah terjadi

      Hapus
  4. Apakah corona dikorea bisa bikin boyband?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah pemikiran anda sudah terdoktrin oppa oppa korea

      Hapus
  5. Korea sekarang jadi salah satu negara dengan kasus terbanyak. Konsernya banyak yang dibatalin nih

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer