UTS - Tempe sebagai makanan diet pengganti daging
Dibuat dan berasal dari Indonesia sejak berabad-abad lamanya, tempe dikatakan masih asing di luar negeri termasuk di Amerika Serikat, kecuali untuk para penganut vegetarian garis keras.Meski begitu, tempe dikatakan layak dicoba menurut banyak pakar, seperti dikutip dari Time, Jumat, (27/3/2020). Digunakan sebagai pengganti daging (sebagian besar), tempe juga tahan terhadap hal yang nyata secara struktural dan memiliki nutrisi. Standar porsi untuk tempe adalah 3 ons yang mengandung sekitar 16 gram protein, sedangkan satu porsi yang sama versi steak panggang memmiliki kandungan protein lebih besar yakni 26 gram.Nilai plusnya, tempe memiliki kalsium dan zat besi harian yang direkomendasikan yang berjumlah sekitar 8%, Direktur Yale University Prevention Research Center David Katz, MD. Menurtnya, hal itu bagus untuk nutrisi yang ditambahkan ke dalam makanan diet Anda. Manajer layanan nutrisi kesehatan di Cleveland Clinic Wellness Institute, Kristin Kirkpatrick, RD, mengatakan,"Jika Anda mencari cara untuk mengurangi daging dari makanan diet tetapi takut jumlah protein tergerus, tempe adalah pengganti yang tepat."Seorang profesor di Universitas Fairleigh Dickinson di New Jersey yang juga penulis ulasan diet vegan pun mengatakan, "Tempe adalah sumber populer protein nabati untuk vegan karena sifatnya yang fleksibel, rasanya enak, dan memiliki nilai gizi lengkap."Profesor Cynthia Radnitz, PhD, mengaku menyukai hidangan tempe yang dikukus, dihaluskan dan dicampur dengan seledri dan daun bawang cincang, ditambah mayo tanpa telur dan jus lemon untuk salad ayam tiruan .
Manfaat Tempe
Tempe banyak digemari bukan hanya karena rasanya lezat dan harganya murah, tetapi karena juga kaya akan nutrisi. Kandungan berbagai nutrisi dalam tempe menjadikan tempe dipercaya memiliki berbagai manfaat untuk tubuh. Berikut adalah beberapa manfaat tempe untuk kesehatan yang bisa Anda rasakan:
1. Sumber protein
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa kandungan protein dalam tempe lebih tinggi daripada daging. Maka dari itu, tempe sering kali dijadikan sumber protein pengganti daging. Banyak para vegetarian atau vegan yang memilih tempe sebagai menu pengganti daging untuk menenuhi kebutuhan proteinnya.
Setiap 100 gr tempe mengandung kurang lebih 20 gr protein. Jumlah ini dapat memenuhi kebutuhan protein harian mencapai 34% bagi orang dewasa. Fungsi dari protein sendiri selain untuk menjaga jaringan otot adalah untuk menghasilkan enzim proteolitik yang bisa memecah rantai protein sehingga dapat diserap oleh tubuh.
2. Antioksidan penangkal radikal bebas
Manfaat tempe yang kedua adalah sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. Paparan radikal bebas ke tubuh kita bisa menyebabkan berbagai gangguan pada tubuh, bahkan hingga menyababkan kanker.
Kandungan isoflavon dan juga nutrisi lainnya dalam tempe membuat tempe ampuh menjadi antioksidan bagi tubuh. Peran tempe sebagai antioksidan terbukti lebih ampuh jika dibandingkan dengan kedelai rebus biasa.
3. Sumber kalsium
Manfaat tempe selanjutnya adalah sebagai sumber kalsium. Jika berbicara tentang sumber kalsium, umumnya kita akan teringat pada susu. Faktanya, tempe juga bisa dijadikan sumber kalsium yang tidak jauh berbeda dengan susu.
Setiap penyajian 100 gr susu mengandung 125 mg kalsium, sedangkan setiap 100 gr tempe memiliki kandungan mencapai 155 mg kalsium. Jadi bisa dikatakan bahwa tempe sangat mungkin menjadi sumber kalsium yang tidak kalah dengan susu.
4. Menu diet
Manfaat tempe selanjutnya adalah bisa dijadikan sebagai salah satu menu diet. Salah satu menu terbaik untuk diet adalah makanan dengan kandungan tinggi protein, tinggi serat, dan rendah lemak. Kandungan protein dan serat dalam tempe membuatnya sangat baik untuk menjadi menu diet.
Tempe juga merupakan makanan yang mudah diserap oleh tubuh. Kandungan vitamin B kompleks dalam tempe juga sangat baik untuk memenuhi asupan nutrisi Anda ketika sedang diet.
5. Memenuhi kebutuhan vitamin B12
Manfaat tempe yang kelima adalah untuk memenuhi kebutuhan vitamin B12, terutama bagi para vegan. Vitamin B12 memiliki banyak sekali manfaat untuk tubuh mulai dari menghasilkan sel darah merah, membantu proses sintesis DNA, mengaktifkan asam folat, hingga menjaga kesehatan sisten saraf dan menjaga fungsi otak.
Umumnya vitamin B12 banyak terkandung dalam daging, ayam, ikan, dan susu. Tempe merupakan satu-satunya sumber vitamin B12 yang berasal dari nabati, sehingga sangat cocok untuk menggatikan sumber vitamin B12 lain yang tidak dikonsumsi oleh vegan.
6. Aman untuk diabetes
Manfaat tempe selanjutnya adalah aman dikonsumsi untuk penderita diabetes. Memilih menu makanan untuk penderita diabetes bukanlah hal yang mudah. Setiap menu harus disesuaikan untuk mecegah naiknya kadar gula darah.
Tempe terutama yang terbuat dari kedelai, mengandung isoflavon dan serat yang mampu mengontrol kestabilan gula darah dan memperbaiki resistensi insulin. Selain baik untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes tipe II, tempe juga bisa membantu menurunkan risiko diabetes. Selain tempe, menu kacang-kacangan lainnya juga sangat direkomendasikan untuk penderita diabetes.
Bahaya Tempe
Manfaat tempe memang sangat banyak untuk kesehatan, tetapi bukan berarti tempe tidak memiliki bahaya sama sekali. Kosumsi tempe secara berlebihan ternyata juga bisa memberikan efek negatif pada kesehatan. Tempe yang terbuat dari kacang kedelai memiliki kandungan phytoestrogen yang berpengaruh pada kerja hormon estrogen pada wanita. Pada wanita yang berisiko kanker, adanya phytoestrogen bisa menjadi pemicu kanker.
Tempe juga menjadi makanan yang tidak boleh dikonsumsi dalam jumlah berlebihan oleh penderita asam urat. Penderita asam urat biasanya disarankan untuk mengindari makanan dengan kandungan zat purin tinggi. Pada sadarnya tempe mengandung zat purin rendah, jadi masih boleh dikonsumsi namun tidak disarankan untuk dikonsumsi setiap hari. Selain itu, efek tempe pada penderita asam urat mungkin berbeda-beda bergantung pada parahnya asam urat yang diderita.
Cara Mengolah Tempe yang Baik
Selain tidak disarankan untuk dikonsumsi setiap hari, pengolahan tempe juga harus Anda perhatikan. Jika mengolah tempe sembarangan, tentunya manfaat tempe juga bisa hilang. Menggoreng tempe diduga akan mengilangkan hampir dari setengah kandungan isoflavon di dalamnya.
Hindari sebisa mungkin konsumsi gorengan tempe yang ada di pasaran dan pilihlah untuk mengolah tempe sendiri di rumah. Jika ingin mengolah tempe dengan cara di goreng, pilihlah jenis minyak dengan kandungan lemak jenuh yang rendah. Lebih baik lagi jika Anda mengolah tempe dengan cara direbus atau menu lainnya yang tidak melibatkan minyak sama sekali.
Keberadan tempe sebagai salah satu makanan khas Indonesia memang patut untuk disyukuri. Rasa lezat, harga murah, dan juga nutrisi tinggi bisa kita dapatkan semua jadi satu makanan saja. Tidak heran jika tempe mendapatkan julukan superfood karena keistimewaannya ini.
Apakah Anda merupakan salah satu penggemar tempe? Jika iya, tetap perhatikan konsumsi tempe Anda dan jangan dikonsumsi secara berlebihan. Lengkapi juga nutrisi harian Anda dengan mengonsumsi sayur-sayuran dan juga buah-buahan. Jika Anda mengalami kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan pada dokter untuk dapat mengetahui apakah konsumsi tempe masih baik untuk kesehatan Anda atau tidak
Komentar
Posting Komentar