UTS- Beruntungnya Orang yang Meninggal Karena Virus Corona( Syahid di Jalan Allah swt)
Assalamuallaikum wr wb
Pada artikel kali ini saya akan membahas
tentang betapa beruntungnya orang yang meninggal karena virus corona karena dianggap mati syahid.
Mati syahid tidak hanya untuk orang yang meninggal di medan peperangan karena
membela agama Allah swt saja ,tetapi ada juga sebab lain orang dapat dikatakan
sebagai orang yang mati syahid,berikut ini adalah orang yang termasuk mati
syahid:
1. orang yang kena tha’un (wabah)
2.
orang yang meninggal karena sakit perut
3.
orang yang meninggal karena tenggelam
4.
orang yang meninggal karena luka pada lambung
5.
orang yang meninggal karena korban kebakaran
6.
orang yang meninggal karena tertimpa reruntuhan
7.
seorang wanita yang meninggal karena melahirkan
Dalah sebuah
hadist dijelaskan tentang hal itu,
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ما تعدون الشهداء فيكم؟ قالوا
: يا رسول الله، من قتل في سبيل الله فهو شهيد. قال إن شهداء أمتي إذا لقليل!
قالوا: فمن هم يا رسول الله؟ قال من قتل في سبيل الله فهو شهيد، ومن مات في سبيل
الله فهو شهيد، ومن مات في الطاعون فهو شهيد، ومن مات في البطن فهو شهيد، والغريق
شهيد رواه مسلم
Artinya, “Rasulullah SAW menguji sahabatnya dengan pertanyaan, ‘Siapakah orang yang mati syahid di antara kalian?’ ‘Orang yang gugur di medan perang itulah syahid ya Rasulullah,’ jawab mereka. ‘Kalau begitu, sedikit sekali umatku yang mati syahid.’ ‘Mereka (yang lain) itu lalu siapa ya Rasul?’ ‘Orang yang gugur di medan perang itu syahid, orang yang mati di jalan Allah juga syahid, orang yang kena tha’un (wabah) pun syahid, orang yang mati karena sakit perut juga syahid, dan orang yang tenggelam adalah syahid,’ jawab Nabi Muhammad SAW,” (HR Muslim).
Dari hadist diatas dapat kita lihat
bahwa orang yang mati syahid bukan hanya orang yang gugur dalam peperangan,tapi
ada yang lainya. Pada zaman sekarang ini negara-negara sudah banyak yang
merdeka jadi sudah tidak zamannya lagi untuk berperang,dan seumpama orang
yang mati syahid itu hanya orang yang gugur berperang dijalan Allah swt
saja,maka tentu orang yang mati syahid tersebut sangatlah sedikit. Dan dari
hadits itu juga dapat diketahui bahwa orang yang meninggal karena tha’un atau
wabah seperti virus corona ini juga termasuk orang yang mati syahid. Sebenarnya orang yang mati syahid dijalan Allah itu dibagi menjadi 3 macam:
- Syahid di dunia dan akhirat
- Syahid di dunia, namun bukan syahid di akhirat
- Syahid di akhirat, namun bukan syahid di dunia
Syahid di dunia dan akhirat,beruntunglah orang yang mendapatkan syahid ini karena mereka akan mendapatkan pahala syahadah (yang sempurna). Orang yang dihukumi sebagai syahid di dunia dan akhirat adalah orang yang gugur dalam perang , keadaan sedang maju bukan sedang kabur, dalam rangka menegakkan kalimat (agama) Allah. Dan ia tidak makan dan minum setelah terluka dan jatuh di pertempuran dalam keadaan belum mendapatkan pengobatan. Sebagian ulama, orang yang terluka di peperangan lalu sempat makan, minum dan mendapat pengobatan setelah terlukanya, maka ia tidak dihukumi syahid. Kecuali jika hanya makan atau minum sedikit saja kemudian wafat setelah terlukanya, (maka masih dihukumi syahid).
Syahid di dunia namun bukan syahid diakhirat.adalah orang yang gugur dalam perang, dalam keadaan maju bukan kabur, namun niatnya bukan dalam rangka menegakkan kalimat (agama) Allah,sunggguh ruginya orang ini. Maka di dunia ia dihukumi sebagai syahid secara zahirnya. Namun di akhirat, di sisi Allah, ia tidak mendapatkan pahala syahid.amalnya tidak diterima karena kesalahan niatnya.
Adapun syahid di akhirat yang bukan syahid dunia, ia diperlakukan di akhirat kelak sebagaimana orang yang mati syahid dan mendapatkan pahala syahid. Ini merupakan mati syahidnya orang yang terkena wabah atau virus corona,tenggelam,terbakar,sakit perut, tertimpa reruntuhan dan lain-lainya.Dan orang ini juga termasuk orang yang beruntung.
Apakah orang yang terkena virus corona tidak perlu dimandikan, dikafani,dan dishalatkan selayaknya orang yang mati syahid karena perang di jalan Allah swt??? Adapun secara perlakuan terhadap jenazah, ulama membagi dua jenis syahid, yaitu orang yang gugur di medan perang dan orang yang meninggal bukan di medan perang. Orang yang gugur di medan perang adalah jenis syahid yang tidak dimandikan dan dishalatkan sebagaimana sahabat yang gugur di zaman Rasulullah. Sedangkan orang yang meninggal bukan di medan perang adalah jenis syahid yang tetap diperlakukan seperti jenazah pada umumnya, yaitu dimandikan, dikafankan (body bags plastik untuk mencegah penularan sementara jika diperlukan), dan dishalatkan.
Keutamaan mati syahid sangatlah
besar yaitu apabila seseorang meninggal dalam keadaan syahid, maka dapat
dipastikan bahwa semua dosanya akan diampuni oleh Allah swt ,kecuali dosa yang
dilakukan terhadap makhluk lainya. Dosa yang diampuni oleh Allah swt adalah
dosa yang dilakukan terhadap Allah swt, namun dosa terhadap orang lain tidak
dapat hilang sebelum dosa yang kita lakukan dimaafkan oleh orang
tersebut. Walaupun orang yang sakit itu dapat meninggal dalam keadaan syahid
dan diampuni dosanya namun kita dilarang untuk meminta sakit.keutamaan mati syahid juga dijelaskan dalam AL-Quran dalam surat An-Nisa ayat 74. Allah SWT berfirman bahwa orang yang mati syahid akan mendapatkan pahala yang besar
Arab: ۞ فَلْيُقَاتِلْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ الَّذِيْنَ يَشْرُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا بِالْاٰخِرَةِ ۗ وَمَنْ يُّقَاتِلْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ فَيُقْتَلْ اَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا
Latin: falyuqātil fī sabīlillāhillażīna yasyrụnal-ḥayātad-dun-yā bil-ākhirah, wa may yuqātil fī sabīlillāhi fa yuqtal au yaglib fa saufa nu`tīhi ajran 'aẓīmā
Artinya: Karena itu, hendaklah orang-orang yang menjual kehidupan dunia untuk (kehidupan) akhirat berperang di jalan Allah. Dan barangsiapa berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka akan Kami berikan pahala yang besar kepadanya.
Apakah orang-orang yang nonmuslim yang meninggal
karena virus corona juga termasuk mati syahid ?? tentu saja tidak, karena
mereka saja tidak menyadari atau percaya bahwa tidak ada tuhan selain
Allah swt,mana mungkin mereka akan dianggap sebagai orang yang mati syahid.
Bahkan ada juga orang muslim yang meninggal karena virus corona ini tidak
termasuk mati syahid. Yang menyebabkan mereka mati dalam keadaan tidak syahid
atau kafir adalah hatinya. Sebelum ajal menjemputnya mereka harus benar-benar memohon
ampun atas segala dosanya,dan meyakini bahwa tidak ada tuhan yang berhak
disembah selain Allah swt. Sebenarnya semua itu tergantung pada niatnya dan
ketaqwaan kepada Allah swt.
Bila seseorang akan berbuat kebaikan namun memiliki
kesalahan dalam niatnya maka amalnya pun juga tidak akan diterima oleh Allah
swt. Diceritakan di hari kiamat nanti ada manusia
yang akan diadili pertama kali yaitu adalah orang yang mati syahid di jalan
Allah. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya,
lalu ia pun mengenalinya. Allah bertanya kepadanya, ‘Amal apakah yang engkau
lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Ia menjawab, ‘Aku berperang semata-mata
karena Engkau sehingga aku mati syahid.’ Allah berkata, ‘Engkau dusta! Engkau
berperang supaya dikatakan seorang yang gagah berani. Memang demikianlah yang
telah dikatakan tentang dirimu.’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar
menyeret orang itu atas mukanya (tertelungkup), lalu dilemparkan ke dalam
neraka.
Sekarang ini berapa banyak orang yang meninggal karena virus corona ,di negara indonesia tercinta kita ini orang yang meninggal karena virus corona sudah hampir 100 orang,bahkan lebih. Dan bahkan dinegara lain lebih banyak.
Mari kita doakan saudara kita semoga orang yang telah meninggal karena
virus corona tersebut meninggal dalam keadaan syahid dan semua dosa dapat
diampuni oleh Allah swt. Dan semoga wabah virus corona ini dapat segera hilang
atas izin Allah swt. Amin.....
Demikian artikel yang saya buat,semoga bermanfaat bagi kita semua ...
wasallamuallaikum wr wb.
Demikian artikel yang saya buat,semoga bermanfaat bagi kita semua ...
wasallamuallaikum wr wb.
NAMA: ALI MASYKUR MUSA
NIM : 191420315
KELAS: C BESAR
NIM : 191420315
KELAS: C BESAR
Sumber :

Komentar
Posting Komentar