UTS - Cara Pengelasan Las SMAW Posisi Vertikal


Dalam pengelasan terdapat beberapa posisi seperti 1G, 2G, 3G, 4G atau 1F, 2F, 3F, 4F untuk pengelasan plat dan 5F, 6F atau 5G, 6G untuk pengelasan pipa.
Simbol huruf F berasal dari kata Fillet yang artinya merupakan pertemuan dua garis membentuk sudut, dengan kata lain simbol huruf F dalam pengelasan  berarti, bagaimana menyambung 2 material logam tegak lurus atau membentuk sudut tertentu satu dengan yang lain. disini tidak ada beveling atau pembuatan kampuh pada material.
Simbol huruf G berasal dari kata Groove, yang maksudnya adalah 2 material logam yang akan disambung diletakkan dalam posisi sejajar dan diberi jarak kerenggangan satu dan yang lainnya semacam alur atau selokan yang biasa diistilahkan dengan kampuh las. Jadi jika kita biasa mendengar istilah kampuh las atau bevel maka pasti posisi yang akan dilakukan dalam pengelasan menggunakan simbol huruf G.
Dari beberapa posisi tersebut tingkat kesulitan mengelas paling tinggi adalah 4G atau 4F, sedangkan paling mudah adalah posisi 1G dan 1F.Meskipun begitu, dalam sertifikasi welder yang paling umum diambil adalah posisi 3G atau pengelasan Vertikal. Karena menurut ASME, jika orang sudah tersertifikasi mengelas dengan posisi 3 atau Vertikal maka welder tersebut sudah otomatis terkualifikasi posisi pengelasan 1 dan 2.
Mengelas posisi Vertikal memang lebih mudah dibandingkan yang overhead atau di atas kepala, hal tersebut yang membuat banyak orang lebih cenderung uji kompetensi untuk posisi vertical.

Cara Mengelas Las Listrik Vertikal :

1. Persiapan Material.

             Hasil las yang bagus dipengaruhi oleh persiapan material yang benar, seperti material tidak ada pengotor (karat, oli, minyak, air dan jenis pengotor lainnya). Sehingga Anda perlu membersihkan permukaan logam yang akan dilas dari pengotor tersebut, jika tidak maka akan menyebabkan terjadinya cacat las saat proses pengelasan berlangsung.

2. Persiapan sambungan las.

              Jika kita mengelas 2 material pastikan permukaan kedua material yang akan dilas lurus, karena jika tidak dapat membuat hasil lasan kurang maksimal. Jika material tersebut tebal, buat sebuah kampuh las dengan sudut 60 derajat, root face 2-3 dan root gap 2-3. Ukuran tersebut bisa menyesuaikan dengan kemampuan welder. Karena setiap welder memiliki kemampuan yang berbeda beda.

3. Setting Parameter Pengelasan.


Parameter pengelasan yang meliputi arus, voltase, kecepatan dan polaritas merupakan hal yang penting untuk mendapatkan hasil lasan yang bagus. Untuk arus las pada pengelasan root Anda dapat menggunakan arus sebesar 50-70 A dengan menggunakan polarity DCEN agar mendapatkan hasil penetrasi yang maksimal, sedangkan untuk pengisian sebesar 80-120 dengan menggunakan polarity DCEP agar pemanasan terhadap benda kerja maksimal , untuk cap atau mahkota las 80-110 atau lebih kecil dari pengisihan hal ini bertujuan untuk mengurangi terjadinya cacat las undercut dan dengan menggunakan polarity DCEP.

4. Pemilihan Elektroda yang tepat.
Salah satu faktor utama dalam proses pengelasan yang baik adalah elektroda yang sesuai. Jika Anda mengelas baja karbon dengan posisi 3G, maka pada root disarankan menggunakan kawat las E 7016 sedangkan pada pengisihan dan finishing Anda menggunakan E 7018.

5. Persiapan Elektroda.
Jika Elektroda sudah dipilih sesuai dengan bahan yang akan dilas. Lalu lakukan pengovenan terhadap elektroda  untuk mempermudah penyalaan busur dan menghindari hasil las keropos yang diakibatkan karena elektroda yang lembab.

6. Persiapan pengelasan.
Sebelum dilakukan proses pengelasan lakukan las catat (tackweld) supaya saat dalam proses pengelasan benda kerja tidak bergerak-gerak atau berubah posisi, Lalu jepit benda kerja di claim dan pastikan benda kerja terjepit erat sehingga tidak jatuh.

7. Proses Pengelasan.
Saat mengelas sudut Elektroda 70-80 derajat condong kebawah, hal ini bertujuan agar busur tetap di atas elektroda atau tidak jatuh sebelum menjadi solid. Lakukan ayunan bisa dengan model zig zag atau seperti huruf U dengan jarak elektroda terhadap benda kerja yaitu sebesar diameter elektroda.
Pada jalur root setelah habis 1 elektroda bersihkan terak terhadap ujung yang akan disambung lagi dan kemudian gerinda sampai ujungnya tipis. Sedangkan untuk jalur filler bersihkan seluruh teraknya dan gerinda pada ujung yang akan disambung lagi supaya sambungan pengelasannya tidak terlalu tinngi.

8. Setelah Pengelasan.
Setelah proses pengelasan selesai, bersihkan percikan las dan slag (terak las) yang berada di permukaan logam lasan atau permukaan material. Karena spatter tersebut akan termasuk cacat pengelasan jika tidak dibersihkan.
Cara mengelas Vertikal di atas dapat diaplikasikan untuk pengelasan Butt Joint 3G maupun T Joint 3F. Yang membedakannya adalah persiapan sambungannya.


Sumber :
http://teknikpengelasansmkn53.mapel.xyz/2017/04/joob-sheettugas-praktik.html?m=1
https://zwingly.wordpress.com/2016/06/04/posisi-pengelasan-f-g/

Nama : Aditya Putra Atmana
NIM   : 191420306


Komentar

Postingan Populer