UTS - Corona menyerang keuangan Indonesia


Corona menyerang keuangan Indonesia

                Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan awal pekan ini. Pelemahan masih terkait dengan dampak ekonomi dari wabah virus corona.
            Mengutip data dari “boombreg.com” nilai tukar dolar ke rupiah masih dapat dikatakan masih tinggi yaitu Rp 16.310,- tiap 1 dolar amerika (31/3/2020). Dibandingkan dengan nilai tukar rupiah sebelum terjadinya wabah korona yaitu sekitar 14 ribu untuk tiap dolar amerika.


            Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, pelemahan ini terjadi akibat investor yang kembali khawatir dengan kondisi perekonomian seiring kebijakan lockdown yang dilakukan berbagai negara untuk mengurangi penyebaran pandemi virus corona.
            “Pasar aset berisiko termasuk rupiah, mungkin akan tertekan hari ini karena pasar kembali mengkhawatirkan penyebaran wabah corona yang sudah memberikan dampak negatif ke perekonomian,” kata Ariston kepada Kompas.com.
            Ekonom Pefindo Fikri C Permana mengatakan, volatilitas rupiah masih disebabkan progres penanganan virus korona Covid-19 di Tanah Air. Selain itu, indeks dollar AS yang sempat bergerak naik di awal pekan mulai turun lagi seiring data klaim pengangguran Amerika Serikat (AS) yang mulai mengkhawatirkan. "Pemerintah dan BI yang menggelontorkan stimulus membuat rupiah menguat," kata Fikri, kemarin.
            Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim juga sepakat, beberapa stimulus yang dikeluarkan pemerintah, kompensasi bagi masyarakat uang terkena PHK, penundaan pembayaran kredit kendaraan hingga rumah, sukses jadi stimulus rupiah.
Sumber:

Komentar

Postingan Populer