UTS-CURHAT DI SOSIAL MEDIA

CURHAT DI SOSIAL MEDIA


Dulu,jika kita merasa bahwa kita ingin mengutarakan isi hati namun tidak ada teman,kerabat,atau keluarga yang bisa kita percaya,kita menggunakan buku diary untuk mengutarakan semua yang kita alami dan kita rasakan.Namun,saat ini,ketika teknologi digital melekat dalam keseharian masyarakat,buku diary tidak lagi menjadi tong sampah untuk segala unek-unek,bukan lagi teman atau keluarga sebagai tempat berkeluh kesah.Kini,media sosial menjadi pengganti semua itu.Masyarakat lebih menyukai untuk berkeluh kesah di media sosial.

Meluapkan emosi di media sosial dikarenakan orang-orang bisa sepuasnya membeberkan hal-hal yang menyinggung mereka tanpa perlu menyebutkan pihak yang bersangkutan.Ini dikarenakan ada konsekuensi-konsekuensi tertentu jika harus menyebutkan pihak yang bersangkutan,inilah yang dihindari oleh orang-orang yang curhat di media sosial.
Sama seperti buku diary dizaman dahulu,media sosial berperan sebagai wadah ketika seseorang mengalami emosi-emosi tertentu.Entah itu bahagia,sedih,marah,atau bahkan jengkel dengan orang lain.


Namun,meluapkan emosi di media sosial juga menjadi bumerang untuk diri kita sendiri,mengingat bahwa media sosial sendiri dapat dijangkau oleh semua orang di penjuru negeri,bahkan di seluruh dunia pun dapat menjangkau media sosial.meluapkan emoi di media sosial juga bisa berdampak buruk karena bisa menimbulkan kritikan atau komentar-komentar yang tidak jarang bisa mengakibatkan konflik internal bagi orang yang mencurahkan isi hatinya di media sosial.Ini sangat tidak baik untuk dialami seseorang,mengingat mereka yang sebenarnya memiliki masalah harus ditambah lagi masalahnya dengan adanya kritikan-kritikan tersebut.






Lutfia rahma wati
Instrumen-pep c
191420360

Komentar

Postingan Populer