UTS-MASYARAKAT LOCKDOWN,EKONOMI DOWN?
Ratusan bahkan
ribuan warga menjadi korban adanya pandemi virus korona(covid 19).Jumalah
korban jiwa yang semakin hari semakin naik dengan odp (orang dalam pengawasan)
dan pdp (pasient dalam pengawasan) yang hampir mencapai nilai puluhan ribu yang
sangat meresahkan masyarakat seluruh dunia.
Covid 19 yang telah
menyebar di diseluruh dunia tak terkecuali asia tenggara.Seperti Negara
Mlaysia,Singaoura,Thialand dan Indonesia menjadi salah satu korban adanya virus
tersebut jumlah pasien positif yang tak sedikit dan jumlah meninggal yang
mencapai angka ratusan sangat membuat pemerintah resah.Beberapa macam tindakan
dan antsipasi untuk menekan bertambahnya jumlah pasien korona terus menerus
diupayakan dan dikembangkan.salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah
korban dari covid 19 ini salah satunya adalah social distancing yang mewajibkan
setiap orang untuk tidak berkumpul dengan banyak orang dan tdak keluar rumah sembaranga bila tidak terlalu penting.
Itupun yang
dilakukan oleh pemerintah indinesia jumlah pasient positif yang semakin hari
semakin naik dengan jumlah korban meninggal yang tak sedikit membuat pemerintah
memberikan keputusan serupa yaitu social distancing.Bahkan pemerintah Indonesia
juga menganjurkan adanya lokdown untuk masyarkat indonesia agar tak sembarang
orang bisa keluar rumah yang bertujuan untuk memutus rantai penularan virus ini
sendiri.keputusan pemerintah untuk memberlakukan atau menyarankan adanya sosil
distancing dan adanya lockdown sementara waktu sampai batas yang tidak
diketahui membuat beberapa perusahaan untuk menerapkan WFH(work from home)
untuk mendukung anjuran pemerintah.Tak sedikit pula pebisnis yang harus tutup
karena virus ini.Sekolah ditutup .kampus diliburkan kantor yang tak beroperasi
secara maksimal dan perushaan2 yang harus meliburkan karyawan bahkan export dan
import di kurangi untuk menekan penularan dari virus tersebut.
Tak ayal wabah
tersebut memberikan dampak yang luar biasa untuk pemerintah dunia tak
terkecuali pemerintah Indonesia salah satunya adalah pada sektor ekonomi. Secara dampak diperekonomian Indonesia sendiri, salah
satu faktor dari Virus Corona (Virus Covid 19) menyebabkan kurs dollar terhadap
rupiah meninggi hingga mencapat 16.000 / $US. Bahkan laporan dari Indeks Harga
Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan terjadi penurunan dalam beberapa minggu
terkahir. Indeks Harga Saham Gabungan merupakan salah satu indeks pasar saham
yang digunakan oleh Bursa Efek Indonesia.
Sektor pariwisata yang sekarang mengalami kelesuan sehingga daya
beli menurun secara drastis karena berkurangnya pengunjung baik turis lokal
maupun turis mancanegara, yang secara otomatis pendapatan dan devisa yang di
hasilkan dari sektor pariwisata semakin menurun.
Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan pemerintah pada 18 Maret 2020,
segala kegiatan di dalam dan di luar ruangan di semua sektor yang terkait
pariwisata dan ekonomi kreatif ditunda sementara waktu demi mengurangi
penyebaran corona.
Hal ini mengakibatkan sektor pariwisata menjadi lumpuh sementara,
sehingga pengangguran semakin bertambah karena pariwisata merupakan salah satu
wadah yang memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar tempat wisata
maupun masyarakat dari luar.
Contohnya, Aston Bogor Hotel & Resort melakukan penutupan yang
di mulai pada tanggal 22 Maret 2020 serta 120 karyawan dipulangkan karena
adanya penurunan bisnis yang di akibatkan oleh pandemi dari virus corona ini.
Sebagai
warga negara yang baik dan patuh pada pemerintah dan aturan kita hanya perlu
disiplin terhadap kebijakan social distancing dan physical distancing (jaga
jarak aman) #dirumahAja untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 dan
perekonomian Indonesia cepat pulih kembali.
Komentar
Posting Komentar