UTS - Peran Dan Partisipasi Masyarakat Dalam Menghadapi Musibah Covid-19 Di Indonesia
Peran Dan Partisipasi Masyarakat Dalam Menghadapi Musibah Covid-19 Di Indonesia
Novel
Corona Virus (covid-19) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus SARS
Cov-2 pertama kali didentifikasi dikota Wuhan. Diprovinsi Hubai Cina pada
Desember 2019 Virus corona ini menyebabkan indeksi saluran pernapasan ringan
yaitu flu hingga fatal yang menyebabkan infeksi yang lebih serius seperti
saluran pernapasan akut (SARS. Gejala yang covid-19 yang paling umum adalah
batuk kering, demam, sesak nafas.
Jika
mengalami gejalatersebut maka kita harus tinggal dirumah untuk mencegah
penyebaran penyakit ke masyarakat dan menggunakan masker agar membantu mencegah
penyebaran virus tersebut ke orang lain.
Pada
umumnya gejala yang dialami oleh virus corona (Covid-19) adalah
demam(suhu>38°C), tenggorokan sakit, flu, batuk. Cara terbaik untuk mencegah
penyebaran virus ini adalah dengan menghindari atau membatasi kontak dengan
orang-orang yang menunjukkan gejala virus dan telah melakukan
perjalanan ke China selama 14 hari terakhir.
Berikut
cara mencegah Virus Corono sebagi berikut:
- Cucilah tangan sesering mungkin setidaknya 20 menit setiap kalinya dengan air dan sabun.
- Jangan sentuh wajah, hidung atau mulut dengan tangan kotor.
- Jangan keluar jika sakit memiliki gejala flu.
- Tutup mulut bagian dalam siku setiap kali bersin dan batuk.
Masyarakt dan pemerintah tentu dapat mengambil pelajaran
dari sifat caring yang luhur. Dalam situasi ini,, masyarakat dapat menjalankan
fungsi untuk merawat keluarga, keluarga, dan lingkungannya mengikuti
himbauannya pemerintah dalam memotong rantai perjalanan penyakit melalui
peningkatan pola hidup bersih dan sehat serta mengurangi interaksi social dan
fisik. Dengan melakukan ini, masyarakat sudah merawat dirinya dan tenaga
kesehatan dengan membantu mengurangi beban kesehatan.
Selain
itu, masyarakat dapat merawat tenaga kesehatan dengan memberikan dukungan moral
dan pikologis serta tidak memberikan stigma negatif kepada mereka. Sigma
negative akan berdampak pada penurunan motivasi kerja,
masalah psikososial yang akhirnya menurunkan daya tubuh para tenaga kesehatan
tersebut. Masyarakat perlu menunjukkan kepedulian bahwa dokter dan perawat juga
mengalami kelelahan fisik dan psikologis yang luar biasa yang menjalankan tugas
serta perlu waktu istirahat yang cukup. Dukungan masyarakat akan memberikan
motivasi dan energi positif kepada mereka dalam memberikan pertolongan kepada
pasien.
Sebanyak
Sembilan pasien PDP tersebut dengan rincian satu orang dinyatakan negative dan
satu orang meninggal dunia (hasil rapid tes negative ) da nada tujuh orang
dalam perawatan isolasi . dari tujuh pasien yang dirawat satu diantaranya
dinyatakan positif Covid-19. Penhyebaran Covid-19 mulai mengkhawatirkan . pada
kota Bojonegoro sudah memasuki Zona Merah pada saat ini dengan tingkat
penyebaran yang kuat dan sangat rawan . untuk antisiapi penyebaran virus yang
berasal dari Wuhun China tersebut.
Sosial distancing dengan menjalankan skema bekerja dan belajar dari
rumah itu adalah suatu bagian dari penekanan menyebarnya virus. Social
Distancing ini harus dijalankan dengan disiplin selama masa status darurat
bencana hingga 29 Mei 2020 agar Indonesia bisa menang melawan virus corona.
Jadi, sekarang bertahan di rumah itu termasuk pengabdian masyarakat terhadap
Bela negara.
Pada
zaman milenial seperti sekarang ini bicara tentang bela negara tentunya sudah
sangat jauh berbeda dengan pemahaman bela negara di masa masa lalu. Yang mana
pada masa lalu bela negara itu cenderungan pada hubungan militer, pakaian
loreng, bahkan pelatihan ala militer yang juga dilakukan oleh institusi
militer.
Di
era milenial sekarang ini yang namanya bela negara itu ada di dalam kehidupan
kita masing-masing, seperti bagaimana kita membangun sebuah kehidupan di
bidangnya masing-masing sesuai dengan profesi kita untuk mewujudkan yang
terbaik. Itu wujud bela negara yang paling simpel dan paling mudah
Bela
negara itu kalau secara total adalah sebuah kekuatan dari seluruh unsur
masyarakat Indonesia dalam membela bangsa ini. Namun bukan berarti harus maju
berperang, apalagi sekarang ini bukan zamannya perang.
Perang
sekarang adalah perang melawan kehidupan kita masing-masing. Seperti anak
sekolah menyelesaikan sekolahnya, mahasiswa menyelesaikan kuliahnya,
orang bekerja di pemerintahan, BUMN, swasta bagaimana harus bisa bekerja dengan
baik agar hasilnya bisa menguntungkan terhadap semuanya. Kemudian tidak
korupsi, lalu terbebas dari segala macam bentuk penyebaran paham kekerasan yang
sekarang lagi masif di lingkungan kita seperti radikalisme negatif yang
mengarah kepada terorisme. Jadi itulah wujud bela negara di era sekarang.
Terkait
maraknya penyebaran paham radikal negatif yang berujung pada aksi kekerasan
seperti terorisme,dari situlah bukti bela negara mengajak
kepada masyarakat untuk melakukan Bela Negara dalam melawan penyebaran paham
tersebut. Karena radikal sekarang menurutnya sudah beda. Radikal sekarang tidak
bisa dikaitkan dengan agama dan tidak ada lagi sebuah radikalisme yang
dikaitkan sebuah agama. Karena radikal atau kekerasan itu adalah sebuah
paham yang dianut untuk mencapai memaksakan keinginannya.
Komentar
Posting Komentar