UTS-Remaja, Usia Rentan Gangguan Kesehatan Mental
Tidak ada seorangpun yang tidak memiliki masalah. Tapi, bagaimana cara seseorang dalam menyikapi dan mengatasi masalah tersebut yang penting. Karena, faktor dari gangguan kesehatan mental sendiri adalah dari masalah. Masalah yang dihadapi setiap orang pun berbeda. Hal ini juga dapat meningkatkan resiko gangguan mental. Tapi, lingkungan sekitar pun dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang.
Kesehatan mental seringkali diartikan sebagai sesuatu yang berhubungan dengan kondisi kejiwaan seseorang dimana seseorang tersebut dianggap gila. Padahal kesehatan mental tidak selalu berarti gila. Justru kita tidak boleh tabu dengan istilah ini karena setiap orang wajib mengerti dan mengetahui cara agar memiliki mental yang baik. Mengapa? Karena kesehatan mental mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Semakin baik orang tersebut mengendalikan emosi maka kualitas hidupnya pun semakin baik.
Yang paling rentan terkena gangguan mental adalah usia remaja dan masyarakat yang tinggal di kota. Usia remaja adalah usia dimana terjadi peralihan dari anak-anak menuju ke dewasa. Pada saat ini, banyak perubahan yang dialami sehingga banyak yang mengalami gangguan mental. Sedangkan pada masyarakat kota, kerentannya diakibatkan oleh pola dan gaya hidup di kota yang mengakibatkan masyarakat akan mengejar pola hidup yang tidak seharusnya. Gangguan yang banyak terjadi adalah stress, dan yang paling parah dapat mengakibatkan depresi yang berujung pada bunuh diri. Menurut WHO, banyak kasus yang tidak tertangani sehingga bunuh diri akibat depresi menjadi penyebab kematian tertiggi pada anak usia 15-20 tahun. Sedangkan menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi penderita skizofrenia atau psikosis sebesar 7 per 1000 dengan akupan pengobatan 84,9%. Sementara itu, prevalensi gangguan emosional pada remaja berumur lebih dari 15 tahun sebesar 9,8%. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2013 yaitu sebesar 6%. Ada banyak kasus bunuh diri di usia remaja, baik di Indonesia sendiri maupun di dunia. Kasus yang sering dijumpai pada remaja sendiri adalah bullying, broken home, maupun karena permasalahan sekolah. Hal ini perlu dukungan dari lingkungan sekitar agar kemungkinan terkena gangguan mental menurun.
Adanya gangguan mental menunjukkan bahwa seseorang sedang tertekan ataupun merasa tidak bahagia. Hal ini dapat diatasi dengan dukungan dari keluarga, sahabat, dan lingkungan sekitar. Saat seseorang memikirkan sesuatu terlalu berat, itu dapat berarti seseorang sedang dalam kondisi stress. Yang bisa kita lakukan sebagai orang disekitar dengan cara menghibur dan memberi solusi semampu kita. Apabila kita yang sedang dalam keadaan stress, kita harus bisa menenangkan diri. Lalu, kita bisa mencari sesuatu hal positif yang dapat membuat hati kita senang, seperti menggambar atau menulis. Kita juga bisa menceritakan kepada orang yang kita percaya. Apabila semua tidak memberi perubahan, maka bisa dengan konsultasi dengan psikiater. Mungkin hal ini dianggap sebagai sesuatu yang tidak wajar, namun hal tersebut adalah langkah yang memang harus dilakukan.
Inti dari kesehatan mental adalah dimana kita dapat mengendalikan emosi dan apa yang kita pikirkan. Selain itu, saling menguatkan sesama untuk menekan tingkat gangguan mental. Karena kesehatan mental sangat berpengaruh pada kualitas hidup seseorang, dimana jika seseorang dengan tingkat stress tinggi bahkan depresi maka hidupnya pun tidak bahagia.

Komentar
Posting Komentar