Asiknya Berburu bersama kawan di malam hari
Pada saat saya pulang dari bekerja dari Surabaya sekitar jam setengah 6 pagi, setelah saya sampai di daerah gresik barat, saya teringat dengan ayah yang ingin mempunyai senapan angin, lalu saya berhenti di sebuah toko senapan yang berada di daerah lamongan, dan saya membeli sebuah senapan komplit dengan teleskop, peredam suara dan peluru.
Setelah itu saya bungkus rapi untuk saya berikan kepada ayah saya, dan saya melanjutkan perjalanan dari lamongan menuju bojonegoro. Setelah sampai di rumah sekitar jam 10 lebih, rumah sepi karena ayah dan ibu belum pulang dari sawah untuk bekerja.
Saya pun membereskan barang lalu ganti baju dan memberi makan ayam dan juga membersihkan kandang lalu bersih-bersih rumah agar saat ibu dan ayah pulang mereka bisa langsung mandi dan istirahat.
Tak lama setelah saya bersih-bersih ibu dan ayah pun pulang dan saya pun memeluk ibu dan ayah karena hamper 1 tahun saya bekerja, selepas itu ibu dan ayah dudu sejenak dan ibu pun mandi karna merasa gatal setelah dari sawah, dan saya mengobrol dengan ayah dan memberikan sebuah kotak yang berbentuk persegi panjang kepada ayah, lalu ayah bertanya “apa ini dim” dan saya menjawab “buka aja dulu yah” lalu ayah membuka kotak tadi, dan ayah pun tersenyum.
Ayah saya pun bilang terimakasih dengan raut wajah bahagia, dan senapan itu di berikan kepada saya untuk saya setel targel bidikan yang jitu, tak lama kemudian saya mengajak teman-teman untuk berburu di sore hari untuk mencoba senapan juga, dan saya pun berangkat menuju hutan yang letaknya agak jauh dari pemukiman menggunakan sepeda motor,sekitar setengah jam kita sampai lokasi dan mulai mencari target yaitu burung tekukur atau pun ayam hutan.
Di sore hari itu saya dan teman-teman hanya mendapat beberapa burung tekukur karena banyak burung yang kabur sebelum kami bidik, karena kurang puas dengan hasil yang kami peroleh, teman saya pun mengaja berburu pada malam harinya, lalu saya dan kawan-kawan pun bergegas pulang karena sudah hampir magrib
Setelah selesai magrib saya pun menuju ke warung kopi yang berada di desa saya untuk merencanakan perburuan nanti malam sambal meminum kopi yang masih hangat, tak lama kemudian azan isya pun mulai terdengar dari beberapa musola dan kami pun bergegas menuju musola untuk melaksanakan ibadah sholat isya, setelah solat kami pun pulang ganti baju untuk berburu.
Setelah sampai di rumah saya pun izin kepada ayah dan ibu untuk berburu di hutan, dan mereka meng izinkan ayah juga memberi tahu pada saya bahwa di dekat sawah tadi ada beberapa ayam hutan, yang mungkin bisa saja hinggap di dekat sawah saya itu,
Dan kami pun berkumpul di pinggir desa untuk berangkat ke hutan, kami berangkat 7 (Saya,jupe,kentos,gepeng,gembo,menyok, dan toro)
Bincang-bincang kami sebelim berangkat :
Kentos : gimana ni cari sebelah mana?
Gepeng : sebelah barat yang kita berburung tadi sore gimana?
Jupe : terlalu dekat dari pemukiman itu!
Gepeng : gak papa lah lebih aman takutnya kalo ada apa-apa gimana?
Menyok : gak usah takut,itu desa kita sendiri, tiap hari kita ke hutan aman-aman ajakan?
Gepeng : tapi masalahnya ini malem cuk!!!
Toro : kalo takut pulang aja gak usah ikut!,gitu aja repot-_-
Saya,gembo hanya diam nak menikmati udara malam yang sejuk!!!
Kentus : dah kagak usah berantem ayak berangkat!!!!
dan ahkirnya kawan saya (gepeng) kembali pulang setelah sampai di dekat lokasi berburu tadi sore, karena dia takut untuk masuk hutan pada malam hari, akhirnya kita masuh hutan Cuma 6 orang dan berpecah menjadi 3 kelompok.
Dan malam itu pun kami mulai mencari dan membidik hewan yang kita cari,kingga kita hampir 3 jam berada di tengah hutan, saya pun mulai kembali kepinggir hutan melalui rute yang berbeda siapa tau mendapat sasaran baru, tak lama kemudian teman saya meliah musang karena waktu terkana cahaya senter mata musang akan terlihat menya, saya pun langsung membidik musang tersebut karena musang tersebut tidak lari dan Cuma tengok kanan kiri, saya membidik pas kena bagian telinga karena di situlah titik lemah hewan seperti musang,biawak,babi hutan dll,
Kelompok saya pun mendapat lebih dari 15 ekor tekukur dan beberapa jenis burung lain dan 1 ekor musang, setelah kami berkumpul di tempat kita parkirkan sepeda motor, ya lumanyan kelompok 2 mendapat beberapa tekukur karena senapan kawan saya tidak ada peredam suaranya hingga banyak sasaran yang kabur dengar suara senapan yang keras
saya dan teman-teman lain pun kabum oleh kelompok 3 karena mendapat 4 ekor ayam hutan dewasa dan beberapa tekukur, lalu kami pun istirahat di tempat kami parkir motor dan menikmati kopi dan rokok yang di bawa teman saya dan bercerita bagaimana berburu di dalam hutan tadi, hingga tak terasa sudah hampir 1 jam kita istirahat, dan kami pun menuju kerumah saya untuk memasah hasil berburu kami, tapi di tengah perjalanan saya ingat dengan ayam hutan yang di ceritakan ayah saya tadi, jadi saya berhenti untuk berbincang dengan teman-teman apakah mau mencoba meliahat di lokasi.
Dan teman-teman menolak tawaran saya tadi, karena kami sudah mendapat hasil buruan yang banyak, dan teman saya berkata”biarlah dulu ini dah dapat banyak, biarlah beranak lagi agar tidak punah hewan-hewan di daerah sini”
Dan kami pun melanjutkat untuk pulang, setelah kami sampai di rumah saya,lalu saya membangunkan ibu saya untuk membuat bumbu untuk kami masak hasil berburu
Dan kami bagi tugas ada yang masak,bersihin hasil buruan dan membuat kopi, karna ibu saya tidak suka sama daging musang, jadi musang tadi di bawa pulang sama gembo untuk di masak sama bapaknya gembo, dan juga gembo mengajak gepeng untuk makan-makan hasil buruan, setelah hasil buruan bersih kentos dan jupe membantu ibu saya masak di dapur, dan saya bersama temen-temen menunggu masakan matang di depan lumas sambal minum kopi dan merokok
Dan akhirnya matang lah hasil buruan kita tadi yang di masak rica-rica, dan saya membangunkan ayah saya yang tidur pulas untuk makan bersama hasil buruan kita.
Begitulah kebersamaan kami,sahabat dari kecil, yang selalu tertawa bersama di saat kita kumpul bersama!!!
Setelah itu saya bungkus rapi untuk saya berikan kepada ayah saya, dan saya melanjutkan perjalanan dari lamongan menuju bojonegoro. Setelah sampai di rumah sekitar jam 10 lebih, rumah sepi karena ayah dan ibu belum pulang dari sawah untuk bekerja.
Saya pun membereskan barang lalu ganti baju dan memberi makan ayam dan juga membersihkan kandang lalu bersih-bersih rumah agar saat ibu dan ayah pulang mereka bisa langsung mandi dan istirahat.
Tak lama setelah saya bersih-bersih ibu dan ayah pun pulang dan saya pun memeluk ibu dan ayah karena hamper 1 tahun saya bekerja, selepas itu ibu dan ayah dudu sejenak dan ibu pun mandi karna merasa gatal setelah dari sawah, dan saya mengobrol dengan ayah dan memberikan sebuah kotak yang berbentuk persegi panjang kepada ayah, lalu ayah bertanya “apa ini dim” dan saya menjawab “buka aja dulu yah” lalu ayah membuka kotak tadi, dan ayah pun tersenyum.
Ayah saya pun bilang terimakasih dengan raut wajah bahagia, dan senapan itu di berikan kepada saya untuk saya setel targel bidikan yang jitu, tak lama kemudian saya mengajak teman-teman untuk berburu di sore hari untuk mencoba senapan juga, dan saya pun berangkat menuju hutan yang letaknya agak jauh dari pemukiman menggunakan sepeda motor,sekitar setengah jam kita sampai lokasi dan mulai mencari target yaitu burung tekukur atau pun ayam hutan.
Di sore hari itu saya dan teman-teman hanya mendapat beberapa burung tekukur karena banyak burung yang kabur sebelum kami bidik, karena kurang puas dengan hasil yang kami peroleh, teman saya pun mengaja berburu pada malam harinya, lalu saya dan kawan-kawan pun bergegas pulang karena sudah hampir magrib
Setelah selesai magrib saya pun menuju ke warung kopi yang berada di desa saya untuk merencanakan perburuan nanti malam sambal meminum kopi yang masih hangat, tak lama kemudian azan isya pun mulai terdengar dari beberapa musola dan kami pun bergegas menuju musola untuk melaksanakan ibadah sholat isya, setelah solat kami pun pulang ganti baju untuk berburu.
Setelah sampai di rumah saya pun izin kepada ayah dan ibu untuk berburu di hutan, dan mereka meng izinkan ayah juga memberi tahu pada saya bahwa di dekat sawah tadi ada beberapa ayam hutan, yang mungkin bisa saja hinggap di dekat sawah saya itu,
Dan kami pun berkumpul di pinggir desa untuk berangkat ke hutan, kami berangkat 7 (Saya,jupe,kentos,gepeng,gembo,menyok, dan toro)
Bincang-bincang kami sebelim berangkat :
Kentos : gimana ni cari sebelah mana?
Gepeng : sebelah barat yang kita berburung tadi sore gimana?
Jupe : terlalu dekat dari pemukiman itu!
Gepeng : gak papa lah lebih aman takutnya kalo ada apa-apa gimana?
Menyok : gak usah takut,itu desa kita sendiri, tiap hari kita ke hutan aman-aman ajakan?
Gepeng : tapi masalahnya ini malem cuk!!!
Toro : kalo takut pulang aja gak usah ikut!,gitu aja repot-_-
Saya,gembo hanya diam nak menikmati udara malam yang sejuk!!!
Kentus : dah kagak usah berantem ayak berangkat!!!!
dan ahkirnya kawan saya (gepeng) kembali pulang setelah sampai di dekat lokasi berburu tadi sore, karena dia takut untuk masuk hutan pada malam hari, akhirnya kita masuh hutan Cuma 6 orang dan berpecah menjadi 3 kelompok.
Dan malam itu pun kami mulai mencari dan membidik hewan yang kita cari,kingga kita hampir 3 jam berada di tengah hutan, saya pun mulai kembali kepinggir hutan melalui rute yang berbeda siapa tau mendapat sasaran baru, tak lama kemudian teman saya meliah musang karena waktu terkana cahaya senter mata musang akan terlihat menya, saya pun langsung membidik musang tersebut karena musang tersebut tidak lari dan Cuma tengok kanan kiri, saya membidik pas kena bagian telinga karena di situlah titik lemah hewan seperti musang,biawak,babi hutan dll,
Kelompok saya pun mendapat lebih dari 15 ekor tekukur dan beberapa jenis burung lain dan 1 ekor musang, setelah kami berkumpul di tempat kita parkirkan sepeda motor, ya lumanyan kelompok 2 mendapat beberapa tekukur karena senapan kawan saya tidak ada peredam suaranya hingga banyak sasaran yang kabur dengar suara senapan yang keras
saya dan teman-teman lain pun kabum oleh kelompok 3 karena mendapat 4 ekor ayam hutan dewasa dan beberapa tekukur, lalu kami pun istirahat di tempat kami parkir motor dan menikmati kopi dan rokok yang di bawa teman saya dan bercerita bagaimana berburu di dalam hutan tadi, hingga tak terasa sudah hampir 1 jam kita istirahat, dan kami pun menuju kerumah saya untuk memasah hasil berburu kami, tapi di tengah perjalanan saya ingat dengan ayam hutan yang di ceritakan ayah saya tadi, jadi saya berhenti untuk berbincang dengan teman-teman apakah mau mencoba meliahat di lokasi.
Dan teman-teman menolak tawaran saya tadi, karena kami sudah mendapat hasil buruan yang banyak, dan teman saya berkata”biarlah dulu ini dah dapat banyak, biarlah beranak lagi agar tidak punah hewan-hewan di daerah sini”
Dan kami pun melanjutkat untuk pulang, setelah kami sampai di rumah saya,lalu saya membangunkan ibu saya untuk membuat bumbu untuk kami masak hasil berburu
Dan kami bagi tugas ada yang masak,bersihin hasil buruan dan membuat kopi, karna ibu saya tidak suka sama daging musang, jadi musang tadi di bawa pulang sama gembo untuk di masak sama bapaknya gembo, dan juga gembo mengajak gepeng untuk makan-makan hasil buruan, setelah hasil buruan bersih kentos dan jupe membantu ibu saya masak di dapur, dan saya bersama temen-temen menunggu masakan matang di depan lumas sambal minum kopi dan merokok
Dan akhirnya matang lah hasil buruan kita tadi yang di masak rica-rica, dan saya membangunkan ayah saya yang tidur pulas untuk makan bersama hasil buruan kita.
Begitulah kebersamaan kami,sahabat dari kecil, yang selalu tertawa bersama di saat kita kumpul bersama!!!
Komentar
Posting Komentar