CERPEN : BALASAN ORANG SHALIH
Di zaman dahulu
kala ada desa yang damai, masyarakatnya ramah dan suka tolong menolong, mereka
tidak pernah meninggalkan sholat berjamaah. Masjid di tempat mereka tidak
pernah sepi dengan jamaahnya. Mayoritas penduduk desa tersebut bekerja sebagai
pedagang. Mereka menjual hasil tanaman buah mereka ke kota.
Pagi hari penduduk bergegas menuju
ke kota dengan harapan dagangan mereka laku dan pulang membawa rezeki yang
halal dari hasil peluh yang menetes sepanjang hari, salah satunya bernama
fulan. Fulan ini merupakan anak yatim yang memiliki 5 adik yang masih kecil-
kecil. Ayah fulan meninggal saat usia fulan 15 tahun dan ibunnya menderita
sakit yang sangat parah,sehingga dia harus menanggung ke 5 adiknya yang masih
kecil. fulan terkenal dengan sifatnya yang pekerja keras, bertanggungjawab dan
tidak pernah mengeluh. Dia memikul benyak beban itu sendiri dengan tabah dan
mengharap ridho dari Allah swt. Dia percaya bahwa Tuhan yang Maha Penolong akan
selalu memberikan pertolongan kepada hamba yang senantiasa berbuat kebajikan
dan memegang tali iman yang kokoh.
Disepanjang perjalanan dia
senantiasa berzikir. Disaat orang lain berangkat dengan menaiki kendaraan, dia
hanya bejalan kaki sehingga dia harus berangkat lebih pagi dari lainya. Kendaraan
satu-satunya yang dia miliki telah dijual untuk pengobatan ibunya tercinta.
Disetiap langkahnya yang bertambah dia mengucapkan laaqaullawallaquataillabillah
dan tanpa terasa lelahnya yang bertambah-tambah berubah menjadi
kekuatan. Sehingga dia dapat menyusuri jalan yang jauh dengan waktu yang tak
terasa.
Sesampainya dikota tujuanya seperti
biasa,terjadi transaksi jual beli antara pedagang dan pembeli. Namun fulan
dianggap istimewa oleh banyak pengunjung pasar tersebut karena sifatnya yang
amanah,dia selalu jujur mengatakan kualitas dari buah-buahan dagangannya. Dia
mengatakan manis jika memang benar-benar manis , asam bila memang buahnya
terasa asam ,mengatakan matang dipohon jika memang buahnya matang dipohon atau
matang karena dengan karbit.
Kejujuranya itu membuatnya memiliki
banyak pelanggan. Namun siapa sangka hal tersebut membuat malapetaka bagi
dirinya. Banyak diantara pedagang yang lain merasa iri melihat dagangannya
fulan ramai pembeli. Belum lagi setiap warga kota yang membeli dagangan
dipedagang lain selalu membandingkanya dengan dagangan si fulan yang berkualitas
tinggi namun harganya yang terjangkau, tidak terlalu mahal. Ucapan para pembeli
itu membakar telinga sainganya si fulan, sehingga ramai-ramai mereka menegur si
fulan untuk mengehentikan kebiasaan jujurnya itu. Namun si fulan tetap
berpegang teguh kepada sifat kejujuranya itu karena takut kepada Tuhannya.
Pedagang lain yang tidak menyukai si
fulan telah menegur berkali-kali namun hasilnya tidak sesuai dengan yang mereka
harapkan. Si fulan tetap berpegang pada pendirianya meskipun tak jarang dia
diancam untuk dibunuh. Si fulan menganggap hal itu hnaya gurauan karena dia
berfikir tidak mungkin bahwa pedagang-pedagang lainnya akan membunuhnya hanya
karena masalah sepele. Berbagaiu ucapan tidak mengenakan banyak diterima fulan
seperti memakai sihir, pelaris dan lain-lainnya. Semua itu tidak dihiraukan
olehnya karena dia percaya keburuntungan semua itu berasal dari Allah swt.
Bahkan orang yang dipenuhi dengki
dan iri itu tak jarang menghasut para pembeli untuk tidak membeli dagangan si fulan.
Setiap ada orang yang memasuki pasar, mereka menghasutnya dan berseru
“apapun yang kalian beli, jangan pernah
membeli dagangannya dikedai si fulan, karena seandainya kalian puas dengan
kualitas dan harga yang diberikanya kalian akan tertimpa kesialan sebab semua
itu hanya sihirdan pelaris yang yang digunakanya”. Bila pembeli masih ragu
dengan hasutan-hasutan jahat itu mereka tidak habis akal dan kembali berkata “
Demi Tuhan si fulan benar-benar orang zalim ,menghalalkan segala cara untuk
memperoleh kekayaan yang banyak”. Apapun mereka lakukan agar orang-orang
berpikiran buruk terhadap si fulan.
Fitnah yang diucapkan dan diusahakan
setiap hari itu rupanya membuat para pembeli penasaran ingin bertemu dengan
fulan. Berbeda dengan cerita buruk yang mereka dengarkan, ternyata si fulan
adalah pria yang sangat baik dan jujur, mereka kagum karena dizaman itu masih
ada pemuda yang berpegang teguh kepada kejujuran. Si fulan yang terbiasa
menjelaskan detail dagangannya itu membuat orang-orang tidak percaya terhadap
fitna-fitnah yang ditunjukan kepada fulan. Misalnya ketika seseorang membeli
sekantung mangga, orang tersebut membayar dan si fulan berkata “yang kamu
bayarkan ini cukup untuk 2 kantung mangga” dan menyerahkan kembalianya.
Orang tersebut kaget karena harganyajauh
lebih murah dari pedagang lainya. Jangankan mendapat kembalian dia harus
sering-serinbg menawar.
Adapula seorang wanita yang
ketinggalan dompetnya dikedai fulan yang berisi uang yang sangat banyak dan
sifulan mengantarkanya kerumah wanita tersebut. Wanita terersebut
berterimakasih sekaligus merasa heran karena sifulan \ tidak tergiur untuk
mengambil uang yang sangat banyak itu. Justru dia repot-repot mengantarkanya,
padahal rumah wanita itu tidak dekat denagn pasar,membutuhkan tenaga dan biaya
yang lumayan untuk mengantarkanya.. wanita itu berkata “ apa yang membuatmu
tidak mengambil uang ini dan mengembalikanya kepadaku, padahal kamu harus
menempuh perjalanan yang begitu jauh ?”. sifulan menjawab sambil tersenyum
“sebenarnya aku bisa saja mengambil uang itu tapi aku adalah hamba tuhan yang
maha melihat. Dan aku tau kamu pasti membutuhkan uang ini, uang ini pasti hasil
dari jerih payah sekian lama,oleh karenanya aku mengantarkanya kepadamu”. Hal
tersebut membuat terkesima perempuan itu, ia hendak memberi imbalan tetapi
sifulan menolaknya dan berkata “sesungguhnya Allah swt adalah sebaik-baik
pembalas segala sesuatu.
Dari sekian banyak kejujuran yang
dilakukan oleh sifulan membuat orang-orang selalu menceritakan perngalaman
mereka denagn fulan pada setiap orang yang mereka temui. Sehingga pelanggan
fulan justru bertambah semakin banyak meskipun banyak pula fitnah yang menimpa
dirinya. Semua itu membuat para pendengki menjadi murka,mereka merasa setiap
usahanya tidak berhasil dan pelanggan-pelanggannya mulai meninggalkan mereka
entah karena harganya yang terlalu mahal ,kualitas yang terlalu buruk atau
mereak mulai muak dengahn bualan-bualan pendengki itu yang tak segan-segan
membawa-bawa nama tuhan untuk menjatuhkan orang lain. Bahkan mereka terancam
gulung tikar karena saking sepinya pembeli. Namun mereka tidak berpikiran bahwa
bisa saja itu adalah teguran dari tuhan. Mereka malah menyalahkan si fulan atas
kesialan yang menimpa mereka.
Hingga disuatu hari kebencian dan
nafsu serakah telah menguasai tuibuh para pendengki itu, dikepala mereka
hanya berisi bagaimana caranya pelanggan
mereka bisa kembali,agar mereka tidak jatuh miskin dan jatuh kelaparan. Hingga
mereka berkumpul dan merencankan sesuatu. Berkata salah seorang darinya “sifulan
sudah tidak bisa dibiarkan,berbagai tipu daya telah dilakukan tapi semua
sia-sia” yang lain menjawab. “jika hal ini terus terjadi kita bisa jatuh miskin
atau bahkan mati kelaparan,anak istri kita tidak boleh menderita karena orang
yang sok suci itu”.
Kemudian diantara mereka ada yuang
memiliki ide untuk membunuh si fulan. Semua kaget mendengar ide itu, namun
mereka tak tahu lagi bagaimana caranya untuk menghentiukan sifulan. Mereka
tidak pikir panjang lagi hasutan setan telah memenuhi segala ruang didalam
tubuh mereka sehingga tidak ada lagi tempat untuk berfikir jernih. Setelah
konspirasi pembunuhan itu mereka susun sedemikian rupa meraka memilih untuk
mengeksekusi besok sore harinya.
Keesokan harinya di waktu sore saat
pasar mulai tutup dan sifulan hendak pulang ternyata jembatan yang biasa
dilewati rusak. Kemudian salah seorang pedagang yang tidak menyukainya
menghampiri dan berkata “wahai suadaraku apa yang membuatmu kebingungan?”. si
fulan berkata “ jalan yang bisa kulewati jembatanya rusak,sedangkan itu adalah
jembatan satu-satunya yang aku ketahui”, lalu dijawab lagi dengan nada yang
meyakinkan “ tuhan tidak akan membiarkan hamba yang beriman sepertimu tersesat
dan kebingungan,lihatlah betapa baiknya tuhanmu mengirrimkanku agar
memberitahumu jalan saat kamu dalam keadaan kesulitan”. Sifulan bertanya “
diamanakah jalan yang dapat aku lewati?”. Dan orang itu menjawab “teannglah
saudarakuy aku akan mengantar ke rumahmu”.
Kemudian orang jahat itu mengarahkan
sifulan ke hutan. Fulan agak ragu dan bertanya “bagaimana mungkin kita bisa melewati
hutan selebat ini, dan juga tidak pernah ada jejak manusia yang lewat”. orang
itu menjawab “apakah kau tidak percaya dengan saudaramu ini padahal aku ini
sedang berbuat kebiakan kepadamu karena ingin mnghapus segala kesalahanku yang
lau”. Perkataan itu membuat si fulan percaya dan beristighfar karena telah
berprasangka buruk kepada orang itu”.
Sesampainya di tengah perjalanan si fulan
kaget karena banyak melihat tengkorak manusia,tak lama kemudian firasatnya pun
terbukti, ia diserang oleh segerombolan orang yang tertutup wajahnya mereka
membawa senjata tajam dan mengancam akan membunuh sifulan. Si fulan terkejut
ketika teman yang mengajak kehutan itu tertawa terbahak-bahak melihat fulan
yang ketakutan. Kemudian para penjahat bersenjata tajam itu memnbuka tutup
mukanya, ternyata mereka adalah para pedagang yang berjualan disekitarnya. Si
fulan memohon ampun atas semua kesalahan yang tidak diketahuinya. Si fulan
berkata “ambilah semua yang kalian mau asalakan biarkan aku hidup karena jika
membunuhku kau tidak hanya menzalimiku tetapi juga adik-adikku yang masih kecil
dan pada ibukku yang sedang sakit. Tidak ada ynag merawat wanita paruh baya itu
dan tidak ada yang menanggung kehidupan 5 anak malang itu”. Penjahat itu
menjawab “aku tidak peduli,yang kami inginkan hanyalah nyawamu”. Fulan berkata
“baiklah jika itu maumu,tolong berikan aku 1 petrmintaan terakhir”. Penjahat
itu menjawab “baiklah apa yang kau inginkan ,sebelum aku berubah pikiran”.
Sifulan mengungkapkan keinginannya “ izinkan aku nberwudhu dengan sisa air yang
kubawa ini lalu biarkan aku melaksanakan sholat 2 rakaat terakhir sebelum aku
mati”. Permintaan itu diterima oleh penjahat itu.
Kemudian si fulan melaksanakan
sholat 2 rakaat sambil menangis teringat dengan ke 5 adiknya dan ibuknya yang sedang
sakit. Di dalam sholatnya badannya gemetar sambil memohon pertolongan kepada
Allah swt. Tiba-tiba datang seorang memakai pakaian perang dan memakai topi
besi dengan menggenggam sebuah pedang yang tajam dan lancip. Orang misterius
itu menunggangi kuda yang gagah. Dengan cepat kuda itu berlari menuju penjahat
itu dan dengan sekejap kepala orang-orang jahat itu terputus dari lehernya. Si fulan
ketakutan saat orang misterius itu mendekatinya. Si fulan bertanya “ siapa engkau?”.
Orang misterius itu menjawab “aku adalah malaikat Allah swt yang diutus untuk
menolongmu, ini adalah hikmah dari sholat 2 rakaat yang telah kau kerjakan ,
bersyukurlah kau kepada Tuhanmu yang Maha Penolong dan maha melihat,mari
naiklah kudaku dan aku akan merngantarkanmu pulang”. Si fulan sangat bersyukur
kepada Allah swt karena telah mengabulkan doanya.
Tokoh dan
penokohan
1. si fulan (
shalih, baik hati, pekerja keras,rendah hati)
2. para pedagang
yang jahat ( jahat ,serakah)
3. wanita
/pembeli (baik)
4. orang
misterius( baik, taat )
Alur : maju
Sudut pandang :
orang ketiga sebatahu
Latar
1. waktu : sore
hari ,pagi hari
2. tempat :
hutan,pasar, rumah pembeli
3. suasana :
menegangkan ,mengharukan, menyedihkan
Nama : ali masykur musa
Nim : 191420315
Kelas : c besar

Komentar
Posting Komentar