Menunggu Waktu Yang Tepat 

Seperti anak SMA kebanyakan, Karin adalah salah satu murid SMA di Jakarta. Karin adalah murid yang cantik, rajin bahkan dia salah satu murid terpandai disekolahnya. Karena kepandaiannya dia sering memenangkan olimpiade seperti matematika, fisika bahkan kimia. Dia sangat senang dengan mata pelajaran yang berbau angka daripada hanya huruf saja katanya membosankan kalau buku hanya berisi huruf tanpa angka-angka perhitungan. Dia sudah terbiasa menjadi juara kelas sejak kecil karena selalu rajin belajar sehingga selalu mendapatkan nilai yang bagus. Tapi tetap seperti kebanyakan anak lain hidupnya tidak hanya diisi dengan belajar, Karin pandai membagi waktu untuk bermain dan belajar. Karin juga senang bermain Bersama teman-temannya dirumah maupun temannya disekolah, Karin juga senang bermain game online yang pasti kebanyakan game online dulu kebanyakan cowok saja yang memainkan tapi untuk sekarang ini mulai banyak cewek yang juga yang memainkan game online itu, Karin memainkan game sudah me jadi salah satu hobinya sejak kecil karena kakak sepupunya cowok semua jadi dia terbiasa dengan main game atau sekedar berkumpul dengan saudaranya yang laki-laki. Sehingga itu yang membuat Karin tidak ingin dulu menjalani hubungan dengan cowok. Karena menurutnya dia menikmati hidupnya tanpa cowok, bermain game, dan bermain bersama teman-temannya. Sampai saat SMA dia bertemu dengan cowok satu SMA tetapi beda jurusan , Karin masuk jurusan IPA dan cowok itu dari jurusan IPS bernama Nando. Mereka satu sekolah tetapi kelas XI semester 2 baru bertemu setelah upacara di hari senin tepatnya didepan kantor guru. Saat itu Nando tidak sengaja menabrak Karin, karena saat itu Nando sedang tergesa-gesa ,”ehh, maaf gue gak sengaja nabrak, maaf banget, lo nggakpapa?” tanya Nando merasa tidak enak karena telah menabrak sorang cewek bahkan belum kenal. Lalu dijawab Karin “nggakpapa kok”, “Beneran nggakpapa?” tanya Nando lagi,. Karin hanya tersenyum sambil memikirkan siapa cowok ini kenapa tidak pernah tahu sebelumnya. “Yaudah gue buru-buru pergi dulu ya, beneran nggakpapa kan ya”. Sejak saat itu Nando dan Karin tidak pernah bertemu lagi karena letak kelas mereka yang jauh, sampai suatu hari mereka bertemu lagi saat acara pentas seni disekolah, kali ini Karin yang tidak sengaja menabrak Nando parahnya lagi Karin mebawa minuman dan minuman yang dibawa itu tumpah mengenai baju Nando. Nando yang waktu itu kaget”aduuh”, Karin yang takut karena menumpahkan minuman ke baju cowok nggak berani melihat wajah yang ditabrak karena dia merasa bersalah sambil berkata “maaf banget gue gak sengaja nabrak dan numpahin minuman ke lo”, “Nggakpapa kok gue gapapa” jawab Nando sambil berusaha melihat wajah cewek yang menundukkan kepala, Karin yang perlahan mencoba melihat cowok siapa yang sudah ditabrak itu dan dia kaget ternyata yang ditabrak adalah cowok yang pernah nabrak dia waktu upacara dulu ” eh elo, maaf banget ya gue gak sengaja nabrak, “santai ajalah nggak usah takut atau merasa bersalah gitu, gue tau kali lu nggak sengaja”jawab Nando, lalu Nando yang penasaran dengan nama cewek cantik ini “eh kita udah dua kali ketemu, masa nggak kenal padahal juga kita satu sekolah, nama gue Nando, gue dari jurusan ips ”, balas Karin “nama gue Karin gue dari jurusan ipa”. Sejak saat itu Nando dan Karin sudah mulai chattingan sekedar menanyakan kabar. Lama kelamaan Nando merasa ada yang berbeda ketika bertemu dengan Karin. Teman – teman Nando sering mebicarakan tentang Karin . Dito dan Decky, kedua sahabat Nando selalu mebicarakan Karin. Saat pulang sekolah Nando dan ketiga sahabatnya itu nongkrong di caffe tempat tongkrongan biasa mereka,, “Karin itu udah cantik ,pinter lagi sempurna banget nggak sih” kata Dito, “tapi kayaknya susah banget dia dideketin, cuek banget ” jawab Decky. Mereka yang masih asyik membicarakan tentang Karin tiba- tiba mereka baru sadar kalua sahabat mereka Nando sedang melamun, Decky menepuk Pundak Nando “hey nan ngelamun aja sih lo”, “ eh, iya rin” jawab Nando yang salah panggil nama Decky jadi manggil nama Karin karena saat itu Nando sedang memikirkan Karin, “Hayoloh rin siapa sih nan” tanya Dito yang penasaran. “eh nggak siapa-siapa” jawab Nando yang menyangkal. “jangan-jangan maksud lo rin itu Karin yaa nan” tanya Decky, “bisa ajalo ky, tapi bener sih ” jawab Nando yang mulai berani jujur, “lo kenal sama Karin apa Cuma tau aja?” tanya Dito. “gue baru kenal sihh sama Karin, tapi nggak tau gue kepikiran Karin terus” jawab Nando.”jangan-jangan lo suka ya sama Karin, hayoloo” Decky dan Dito yang serentak bertanya kepada Nando.”gue aja baru kenal” jawab Nando. Sejak saat itu perasaan Nando ke Karin semakin besar. Akan tetapi Nando tidak pernah berani cerita kepada kedua sahabatnya itu karena takut cintanya hanya bertepuk sebelah tangan, terlebih lagi Nando adalah cowok paling ganteng dan keren disekolah . Banyak cewek-cewek yang suka ke Nando bahkan ada yang mengejar-ngejar tetapi Nando tidak tertarik,dia susah sekali jatuh cinta, baru kali ini dia pada pertemuan pertama bisa langsung jatuh cinta ke Karin cewek paling pintar dan cantik. Karena gengsi Nando besar sekali takut ditolak Karin , dia hanya menyimpan perasaannya kepada Karin dan tidak ada seoramgpun yang tahu tentang perasaanya. Di sisi lain yaitu Karin, Karin ternyata juga menyimpan perasaan yang sama kepada Nando, dia jatuh cinta saat pandangan pertamanya kepada Nando. Karin juga tidak pernah menceritakan perasaannya kepada siapapun termasuk juga kepada sahabatnya. Karin memiliki sahabat dekatnya yaitu marry. Yang kemana-mana selalu berdua saja Marry tidak tahu kalua sahabtnya sedang jatuh cinta. Seiring berjalannya waktu Nando mulai berani mendekati Karin, tetapi Nando tidak pernah ingin mengungkapkan perasaannya kepada Karin karena gengsinya takut ditolak dan takut jika Karin tahu tentang perasaan Nando kepadanya malah membuat Karin menjauh itu akan semakin menyiksa perasaannya. Karin pun juga sangat senang jika berada didekat nando akan tetapi gengsi cewek lebih besar dari cowok , dia tidak akan menyatakan perasaannya sebelum Nando yang mengungkapkannya. Karena mereka saling gengsi dan takut akan bayangan masing- masing akhirmya Karin dan Nando saling memendam perasaan mereka berdua. Padahal mereka sering memiliki waktu bersama, Nando selalu mengantarkan Karin pulang dan mereka sering keluar berdua bahkan sahabat keduanya pun tidak pernah tahu dan menyamgka antara perasaan sahabatnya itu. Mereka seolah menjalani hubungan yang tidak tahu arah dan masih saling memendam perasaan masing- masing. Hingga pada suatu saat ujian kelulusan SMA membuat mereka saling sibuk masing- masing, karena ada ujian praktek dan ujian sekolah maupun nasional. Semakin hari mereka semakin jauh, bukannya sengaja tapi diantara mereka saling merasa ada yang menjauh. Seperti Nando, dia merasa belakangan Karin seperti menjauhi nya karena Karin juga memiliki teman cowok yang banyak itu membuat Nando yakin bahwa langkahnya memendam perasaan kepada Karin itu sudah benar, karena bisa saja memang Karin adalah anak yang baik dan memang sudah biasa berteman dengan cowok, mungkin juga Karin bersikap seolah suka kepada Nando itu hanya sebatas teman, seperti teman cowok Karin yang lain. Padahal tidak seperti apa yang dipikirkan Nando, Karin memang sudah biasa berteman dengan cowok sejak dia kecil karena lingkungannya memang banyak cowok bahkan dia dulu sering kemana-kemana bersama saudara nya yang cowok. Sama halnya dengan Nando, Karin juga merasa seperti apa yang dirasakan oleh Nando, Karin merasa bahwa Nando semakin jauh dengannya belakangan ini. Terlebih lagi terdengan gosip bahwa Nando sekarang memiliki cewek teman sekelasnya, yang padahal itu hanya teman-temannya saja yang menggosipkan hal tersebut. Karena pada kenyataannya Nando masih menyimpan perasaannya kepada Karin. Tapi Karin yangh begitu mendengar gossip itu membuatnya langsung percaya ditambah lagi karena Nando juga menjauh belakangan ini. Itu cukup membuat hati Karin hancur , dia sangat kecewa , karena Karin kira bahwa Nando seprti itu mungkin menyimpan perasaan kepadanya tapi ternyata tidak, sikap Nando yang dia rasa tiba-tiba menjauhinya ternyata karena dia sudah punya pacar sekarang. Karin berniat mengubur perasaannya dalam-dalam kepada Nando tetapi kenyataannya sangat sulit. Begitu juga Nando berusaha melupakan Karin juga sangat sulit. Ketika hari kelulusan tiba, bersamaan dengan pengumuman kelulusan masuk perguruan tinggi. Banyak murid yang masuk ke perguruan tinggi tujuan mereka dan ada juga yang bekerja. Karin yang menginginkan masuk ke jurusan kedokteran dari dulu, saat pengumuman dia masuk atau tidaknya, ternyata Karin masuk jurusan kedokteran di perguruan tinggi yang sangat sulit dimasukki karena pesaingnya sangat banyak itu membuat Karin sangat senang dan usahanya selama ini belajar untuk tes masuk jurusan kedokteran ke perguruan tinggi yang diidamkan akhirnya terwujud. Di sisi lain Nando juga masuk di jurusan perpajakkan, di perguruan tinggi kedinasan yang sangat diinginkan oleh banyak orang bahkan sangat banyak pesaingnya. Nando juga sangat senang sekali. Sejak saat itu keduanya saling menjalani aktifitas barunya dengan melanjutkan kuliah di masing-masing perguruan tinggi yang dimasukki. Waktu demi waktu keduanya diam- diam masih saling menyimpan perasaan cinta. Akan tetapi masing-masing dari mereka saat kuliah tetap ingin melanjutkan kehidupannya tanpa berharap dalam suatu ketidakpastian. Karin sudah memiliki pacar. Nando pun juga sudah memiliki pacar, bahkan selama kuliah pacar Nando sudah berganti 4 kali karena merasa dia belum benar- benar mencintai para mantannya itu. Setelah 4 tahun berlalu, hari wisuda pun tiba Karin dan Nando wisuda ditempat kuliah mereka masing-masing hanya berselang 3 bulan, Nando terlebih dulu diwisuda. Setelah Nando selesai wisuda, Nando langsung ditempatkan di kantor Balai keuangan, Nando langsung bekerja dasn sudah mendapatkan gaji yang lumayan. Karin setelah wisuda masih harus magang untuk medapatakan pengalaman kerja sebagai dokter muda baru. Karin magang di salah satu Rumah sakit terkenal di Jakarta. Keduannya sudah lama tidak berkomunikasi tetapi masih merasa perasaannya yang dulu ada dan sekarangpun ternyata masih ada mereka saling merindukan yang tidak tahu dimana keberadaan seseorang yang dirinmdukan itu. Setelah satu tahun berlalu, Nando merasa perasaannya semakin kuat kepada Karin bahkan sudah tidak bertemu 5 tahun sekalipun, Nando mulai mencari informasi tentang Karin. Dua minggu setelahnya, Nando ternyata bertemu dengan sahabat Karib Karin yaitu Marry, keduanya berbincang hingga pada akhirnya Nando memberanikan diri utuk bertanya kabar Karin. Marry pun menceritakan bahwa Karin sedang magang di rumah sakit dan Karin baru saja putus dari pacarnya selama kuliah. Mendengar kabar tersebut Nando langsung meminta nomor Karin dan langsung menghubunginya karena Nando juga sudah putus dari pacarnya. Nando langsung memberikan pesan kepada Karin, Karin yang mendapatkan pesan yang ternyata dari Nando sangat senang bukan main, Karin langsung membalas pesan tersebut hingga keduanyta berkanjut chattingan. Satu minggu kemudian mereka merencanakan untuk bertemu disalah satu caffe karena kebetulan Nando dan Karin sedang tidak sibuk saat itu. Saat bertemu setelah 5 tahun berlalu keduanya masih agak canggung lagi seperti saat pertama kali bertemu. Mulai dari itu mereka sering menyempatkan waktu untuk bertemu ketika sama-sama kosong. Satu tahun berlalu, Nando mulai memberanikan diri mengungkapkan perasaannya yang sudah ia pendam selama enam tahun itu. Dia sudah tidak takut cintanya ditolak, dia sudah meyakinkan diri untuk kuat ketika jawaban Karin tidak sesuai dengan perasaannya. “Karin aku gue mau jujur sama lo, sebenernya sejak SMA awal kita ketemu itu gue udah mulai suka sama lo bahkan samapai sekarang gue masih menyimpan peraasaan gue ini ke lo, tapi gue baru berani ngungkapin perasaan gue sekarang sama lo, gue udah kuat kalo seandainya lo nggak punya perasan yang sama ke gue” ungkap Nando sambil berharap cemas. Karin termenung saat Nando mengungkapkan perasaanya itu lalu menjawab “Haa, kenapa lo nggak jujur dari dulu”. Setelah itu Nando menjelaskan semuanya dengain detail ke Karin alas an kenapa dia nggak berani jujur ke Karin, karena gengsi takut ditolak Karin dan ternyata Karin memang mempunyai banyak teman cowok yang membuat Nando mungkin dia diangap sama seperti teeman-teman cowok Karin yang lain. Karin pun juga menjelaskan bahwa dia sebenarnya juga memiliki perasaan yang sama ke Nando tapi nggak mungkin juga diungkapkan karena Karin seorang cewek gengsinya tentu lebih besar. Akhirnya keduanya saling jujur perasaan mereka satu sama lain hingga akhirnya Nando memutuskan untuk langsung melamar Karin. Tetapi Karin yang saat itu masih menjalani magang harus mnyelesaikan magangnya dan meminta Nando apakah mau menungunya 2 tahun lagi. Nando yang masih sangat senang perasaannya saat itu mau menunggu Karin dua tahun lagi. Untuk sekarang ini mereka menjalani status hubungan pacarana yang sering meluangkan waktu kosong untuk berdua. Satu tahun kemudian Karin telah menyelesaikan magangnya dan melamar pekerjaan di Rumah sakit tempat ia magang itu dan menunggu hasilnya. Setelah keluar hasil diterima atau tidaknya, ternyata Karin diterima dan akhirnya Karin sudah bekerja ditempat magangnya itu. Satu tahun setelah dia bekerja, ia menepati janjinya untuk segera dilamar oleh Nando dan kemudian menikah. Nando yang sudah sering menjemput Karin dirumahnya dan bertemu kedua orang tuanya, kali ini dia dating kerumah Karin dengan membawa keluarganya dan melamar Karin. Keluarga Karin dan Nando menyetujui hubungan keduanya dan merestuinya untuk menikah. Rencana pernikahan keduanya disepakati tiga bulan lagi. Setelah proses lamaran itu menunggu tiga bulan pernikahan mereka. Kedua keluarga tersebut mulai menyiapkan acara pernikahan, mulai dari undangan, dekorasi, catering, gaun pengantin dan yang lainnya. Karin dan Nando sangat Bahagia sekali karena perasaan yang mereka pendam selama lima tahun itu membuahkan hasil keduanya dipersatukan. Tetapi Nando agak merasa menyesal karena tidak berani mengungkapkan perasaannya sejak dulu sehingga mereka harus terpisah dan saling memendam kerinduan satu sama lain. Tiga bulan berlalu, acara pernikahan mereka dilaksanakan semua tamu undangan dating dan sahabat keduanya Dito, Decky dan Marry juga datang bahkan mereka juga membawa calon mereka masing-masing dan akan segera melaksanakan pernikahan. Acara pernikahan mereka berjalan lancar dan khidmat. Keduanya menjadi sepasang pengantin yang sangat Bahagia dan menjalani kehidupan pernikahan sperti kebanyaka melewati lika-liku kehidupan pernikaha. Hingga satu tahun setelah pernikahan Karin termyata hamil, Nando sangat senang akan menjadi seorang ayah dari istri yang sangat dicintainya itu. Keluarga mereka juga saat mendengar Karin sedang mengandung sangat Bahagia menanti waktu kelahirannya tiba dan mempersiapkan keperluan bagi calon anaknya sebelum waktunya. Ternyata setelah dibawa ke dokter kandungan dan dicek kondisi bayinya, ternyata Karin sedang mengandung bayi kembar laki-laki. Mendengar kabar itu Karin dan Nando saling menatap Bahagia dan keluarga mereka juga Bahagia. Setelah waktu kelahiran bayi Nando dan Karin tiba, lahirlah bayi kembar mereka yang sangat lucu dalam kondisi sehat dan mirip Nando dan Karin. Nando dan Karin bersama kedua bayi kembar laki-lakinya hidup Bahagia meskipun memang wajar sedikit ada perselisihan diantara mereka tetapi tidak mengurangi cinta keduanya bahkan semakin kuat dan besar cinta keduanya. 

Komentar

Postingan Populer