UTS - Pentingnya Pemerataan Sarana Prasarana Pendidikan di Indonesia
Assalamualaikum
Wr. Wb.
Di artikel saya yang pertama ini,
seperti yang telah saya sebutkan di judul, saya akan membahas tentang betapa
pentingnya pemerataan sarana
prasarana pendidikan
di Indonesia. Sebelum kita lebih jauh mengenal apa saja yang perlu dibahas,
kita pastinya perlu sekali mengetahui konsep dasar dari sarana prasarana.
Seperti yang telah saya pelajari, sarana prasarana dibagi menjadi beberapa
bagian dan memiliki pengertian dan bentuk yang berbeda beda pula. Yang pertama
yang akan kita bahas ialah Sarana, sarana merupakan barang/benda bergerak yang
dapat dipakai sebagai alat dalam pelaksanaan tugas fungsi unit kerja, dengan
kata lain, sarana merupakan suatu barang yang dapat berpindah tempat yang
digunakan untuk melakukan suatu pekerjaan, contohnya seperti mobil, komputer,
printer, dan lain sebagainya.
Selanjutnya adalah prasarana,
prasarana adalah barang/benda tidak bergerak yang dapat menunjang/mendukung
pelaksanaan tugas dan fungsi kerja. Dengan kata lain, berarti prasarana adalah
barang atau benda yang tidak dapat berpindah tempat sebagai penunjang
pekerjaan, contohnya adalah gedung, ruang kantor, dan lain sebagainya. Selain
sarana dan prasarana, terdapat 2 hal yang juga disebut dengan sarana prasarana,
yaitu infrastuktur dan juga fasilitas. Kedua hal tersebut hampir mirip juga
menurut penggunaannya, yaitu untuk menunjang dan memudahkan pekerjaan. Kita
sering sekali menemukan sarana prasarana yang di beragam tempat, seperti di
terminal, ditengah kota, bahkan di desa-pun juga terdapat sarana prasarana.
Seperti yang kita tau, secara garis besar, sarana prasarana diberikan untuk
memudahkan atau menunjang pekerjaan manusia. Tetapi apa jadinya apabila tempat
umum contohnya saja sekolah yang berfungsi sebagai penunjang pendidikan, belum
cukup dipenuhi sarana prasarananya? Apa yang akan terjadi? Pastinya hal
tersebut juga akan sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar.
Terdapat beberapa faktor mengapa hal
tersebut dapat terjadi yang saya lansir dari Kompasiana yang ditulis oleh
Shabrina Finri Gustamiagi, dalam artikelnya menyebutkan bahwa kurangnya
pemerataan sarana prasarana dalam hal pendidikan ini terjadi karena kurangnya
penyaluran anggaran pendidikan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah
karena masih banyaknya tindak praktik korupsi. Hal ini tentu bukan lagi menjadi
rahasia umum bagi rakyat, selain itu akses masuk ke daerah tertentu yang sulit
sekali dilewati atau bahkan dari pihak daerah itu sendiri yang tidak ingin
menerima bantuan sarana prasarana juga merupakan suatu masalah yang mendasari
kurangnya pemerataan sarpras pendidikan, terutama di desa desa terpencil.
Hal yang sering kita jumpai dalam
permasalahan pemerataan sarpras pendidikan ialah bangunan sekolah yang kurang
layak untuk digunakan, kurangnya sarana sekolah seperti meja, kursi maupun
papan tulis, kurangnya ruang kelas dalam suatu sekolah, minimnya tenaga
pengajar yang ahli sebagai guru dan juga staff di sekolah, atau bahkan jarak
dan infrastruktur sekolah yang sangat sulit untuk dilewati bahkan sering kali
dapat membahayakan seseorang agar dapat mencapai sekolah. Dari semua
permasalahan diatas, bisa disimpulkan bahwa hal hal umum diatas harus lebih
diperhatikan agar pemerintah pusat juga dapat mengerti dan memberikan sarana
prasarana yang layak untuk setiap lembaga pendidikan, baik di kota, didesa,
maupun di desa terpencil. Dimulai dari pemerintah di tiap daerah yang harus
terlebih dahulu sadar akan pentingnya sarana prasarana pendidikan, dan juga
tindakan pembangunan atau bahkan penambahan sarana prasarana sekolah di daerah
terpencil dan serba kekurangan, akan dapat meratakan sarana prasarana
pendidikan yang mampu juga menunjang kualitas pendidikan bahkan di daerah
terpencil agar dapat berkembang pesat, tidak akan kalah dengan sekolah sekolah
yang ada di perkotaan.
Nama : Alfin Riyananda Septiawan
Prodi : Mechanical PEPC
NIM : 191420314
Komentar
Posting Komentar