UTS - Perbandingan virus SARS, MERS dan COVID-19, Sama tapi Berbeda
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2869315/original/057791800_1564581835-iStock-479303138.jpg)
Perbandingan Virus SARS, MERS dan COVID-19, Sama Tapi Berbeda
() hingga Selasa (31/3) tercatat sudah menginfeksi 856.851 orang di 118 negara di dunia. Berdasarkan perhitungan situs pelaporan daring Worldometers, sekitar 177.132 orang dinyatakan sembuh dan 42.096 meninggal dunia.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menaikkan status virus corona sebagai pandemi karena penyebarannya secara universal. Di samping itu, ada tiga kriteria umum yakni virus dapat menyebabkan kematian atau penyakit, penularan virus orang-ke-orang yang berkelanjutan, dan bukti penyebaran ke seluruh dunia.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menaikkan status virus corona sebagai pandemi karena penyebarannya secara universal. Di samping itu, ada tiga kriteria umum yakni virus dapat menyebabkan kematian atau penyakit, penularan virus orang-ke-orang yang berkelanjutan, dan bukti penyebaran ke seluruh dunia.
Penyebaran virus corona sejauh ini kerap dikaitkan dengan virus serupa yakni SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome). Dibandingkan Covid-19, tingkat kematian akibat SARS yang penyebarannya masuk dalam kategori epidemi justru lebih tinggi yakni mencapai 9,6 persen. Namun jumlah pasien meninggal akibat SARS jauh lebih rendah dibanding Covi.
Selain SARS, Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV) juga masuk dalam kategori penyakit epidemi lantaran penyakit menyebar secara aktif. Jika sumber penyebaran SARS dan Covid-19 dari negara Asia, MERS justru berasal dari Timur Tengah.
SARS
SARS pertama kali teridentifikasi pada November 2002 di Provinsi Guandong, China selatan. Dalam hitungan beberapa bulan, SARS menyebar ke 37 negara di Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, dan Asia. Termasuk diantaranya Jepang, Singapura, Kanada, Vietnam, Jerman, Amerika Serikat, Taiwan, Thailand, Swiss, Italia, Australia, dan Brasil. Penyebaran SARS masuk dalam kategori epidemi sejak merebak ke sejumlah negara di dunia pada Juli 2003.
Secara umum, orang yang didiagnosa mengidap SARS merasakan demam tinggi lebih dari 38 derajat Celcius. Selain itu, pasien akan merasakan gejala lain seperti sakit kepala, gangguan pernapasan, dan sekujur tubuh terasa sakit.
Secara umum, orang yang didiagnosa mengidap SARS merasakan demam tinggi lebih dari 38 derajat Celcius. Selain itu, pasien akan merasakan gejala lain seperti sakit kepala, gangguan pernapasan, dan sekujur tubuh terasa sakit.
WHO melaporkan jumlah kasus positif SARS di seluruh dunia mencapai 8.437 orang dengan 813 dinyatakan meninggal. Dalam waktu delapan bulan sejak kasus pertama kali dilaporkan, tercatat ada 8.096 orang dinyatakan positif mengidap SARS.
MERS
MERS atau dikenal dengan sindrom pernapasan Timur Tengah penyebarannya pertama kali dilaporkan di Arab Saudi pada 2012. Seperti halnya SARS, MERS juga merupakan penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus corona.
Sejak pasien pertama dinyatakan positif, MERS telah menyebar ke 27 negara di Eropa, Afrika, Asia, dan Amerika Utara.
Seperti kebanyakan virus corona, MERS merupakan virus zoonis yang ditularkan antara hewan dan manusia. Ilmuwan meyakini MERS kemungkinan besar berpindah dari kelelawar ke unta dromedaris sebelum menularkan manusia.
Sejak pasien pertama dinyatakan positif, MERS telah menyebar ke 27 negara di Eropa, Afrika, Asia, dan Amerika Utara.
Seperti kebanyakan virus corona, MERS merupakan virus zoonis yang ditularkan antara hewan dan manusia. Ilmuwan meyakini MERS kemungkinan besar berpindah dari kelelawar ke unta dromedaris sebelum menularkan manusia.
Tercatat ada 2.494 kasus MERS yang dilaporkan di seluruh dunia dengan 858 kematian. mengatakan infeksi MERS terjadi terutama dari kontan jarak dekat antara orang-ke-orang.
CORONA
Struktur virus corona baru (Covid-19) yang disebut serupa dengan SARS, namun cenderung tidak terlalu mematikan. Sekitar 10 persen orang yang terinfeksi kemungkinan akan mengalami kematian.
Jika SARS butuh waktu enam bulan untuk dinyatakan sebagai epidemi, penyebaran Covid-19 justru lebih cepat yakni dalam hitungan satu hingga dua bulan.
Corona pertama kali dilaporkan dari pasar hewan di Wuhan, Provinsi Hubei, China pada akhir 2019 lalu. Kelelawar dan trenggiling diduga sebagai sumber penyebaran virus corona. Dibandingkan dua pendahulunya, penyebaran Covid-19 justru jauh lebih cepat.
Dalam tempo sebulan, penyebaran virus corona mencapai 26 negara dunia di luar China. Memasuki bulan kedua penyebarannya, virus corona telah menginfeksi sekitar 126.061 orang di lebih dari 100 negara di dunia. Pasien berusia di atas 80 tahun memiliki risiko kematian 21,9 persen lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lain.
Jika SARS butuh waktu enam bulan untuk dinyatakan sebagai epidemi, penyebaran Covid-19 justru lebih cepat yakni dalam hitungan satu hingga dua bulan.
Corona pertama kali dilaporkan dari pasar hewan di Wuhan, Provinsi Hubei, China pada akhir 2019 lalu. Kelelawar dan trenggiling diduga sebagai sumber penyebaran virus corona. Dibandingkan dua pendahulunya, penyebaran Covid-19 justru jauh lebih cepat.
Dalam tempo sebulan, penyebaran virus corona mencapai 26 negara dunia di luar China. Memasuki bulan kedua penyebarannya, virus corona telah menginfeksi sekitar 126.061 orang di lebih dari 100 negara di dunia. Pasien berusia di atas 80 tahun memiliki risiko kematian 21,9 persen lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lain.
Dari penjelasan diatas bahwa virus SARS, MERS dan COVID-19 sama menyebabkan kematian tetapi berbeda angka kematian dan cepat penularannya di seluruh dunia
Komentar
Posting Komentar