UTS - Rumor di Balik Tenggelamnya RMS Titanic di Samudera Atlantik

         Dalam laman id.wikipedia.org, RMS Titanic adalah sebuah kapal penumpang super Britania Raya yang tenggelam di Samudera Atlantik Utara pada tanggal 15 April 1912 setelah menabrak sebuah gunung es pada pelayarann perdananya dari Southampton, Inggris ke New York City. Tenggelamnya Titanic mengakibatkan kematian sebanyak 1.514 orang dalam salah satu bencana maritime masa damai paling mematikan sepanjang sejarah. Titanic merupakan kapal terbesar di dunia pada pelayaran perdananya. Satu dari tiga kapal samudera kelas Olympic dioperasikan oleh White Star Line. Kapal ini dibangun pada 1909 sampai 1911 oleh galangan kapal Harland dan Wolff di Belfast. Kapal ini sanggup mengangkut 2.224 penumpang.

Saya yakin siapapun yang membaca artikel ini pasti tidak asing lagi dengan nama Titanic. Bahkan mungkin banyak yang sudah pernah menonto filmnya. Namun apakah anda sudah mendengar tentang rumor di balik tenggelamnya kapal RMS Titanic ini?

Dalam beberapa situs web saya menemukan beberapa rumor yang muncul, terkait mengapa Titaic dengan mudah karam akibat ‘seonggok es’. Menurut jurnalis, Senan Molony, kebakaran di gudang batu bara melemahkan struktur kapal yang memungkinkan gunung es menyebabkan kerusakan yang berdampak luar biasa pada Titanic. Dugaan tersebut cukup masuk akal. Namun masih ada rumor Lain soal tenggelamnya Titanic, yang meski kurang kredible, namun selalu menjadi daya Tarik.

Salah satu rumor yang menarik adalah mungkin bukan Titanic yang menabrak gunung es pada 14 April 1912, melainkan kapal Olympic. Pada saat Titanic dibangun, White Star Line juga membuat kapal besar lainnya yag diduga kembaran Titanic.

Sebelumnya Olympic sudah memulai pelayaran pertamanya pada15 Juni 1911 mengarungi rute perjalanan yang sama dengan Titanic, dan sampai dengan selamat di New York pada 21 Juni 1911. Namun sayangnya, pada pelayaran kelima Olympic bertabrakan dengan kapal pesiar Inggris, HMS Hawke, pada 20 September 1911 di dekat Isle of Wight. Kecelakaan itu mengakibatkan dua lubang besar ‘menganga’ di sisi kanan kapal dan air laut membanjiri 2 kompartemen kedap air. Tidak hanya itu, baling-baling kapal juga rusak. Meski babak belur, Olympic bisa kembali ke Southampton.

Seorang penulis, Robin Gardinier, mengemukakan pedapat bahwa kapal yang karam di samudera Atlantik pada April 1912 itu adalah Olympic bukan Titanic

Dalam bukunya yang berjudul, Titanic: The Ship that Never Sank?, Robin menyatakan bahwa Olympic ‘menyamar’ menjadi Titanic dan sengaja ditenggelamkan untuk mencairkan asuransi dalam jumlah besar. Hal itu dinyatakan oleh sang penulis berdasarkan fakta bahwa, HMS Hawke menyalahkan Olympic atas kecelakaan yang menimpa kedua kapal tersebut. Akibatnya WSL dibanjiri tagihan biaya hukum, perbaikan, dan kerugian selama Olympic tak beroperasi.

Sementara itu perusahaan asuransi yag digunakan WSL, Lloyd’s of London, diduga menolak untuk membayar klaim dengan alasan pihak mereka mempunyai kebijakan, yaitu dalam hal penarikan asurasi kecelakan diperlukan syarat kerusakan 70% dan terdapat korban jiwa. Namun dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, dan kerusakan pada kapal tidak mencapai 70%. Sehingga menyebabkan keterlambatan perbaikan dan pemberangkatan pertama Titanic. Jadi apabila kapal tersebut dirusakkan total dan terdapat korban jiwa maka pihak WSL akan menerima asuransi yang sangat besar.

Berkaitan dengan hal tersebut, Robin mengatakan bahwa WSL sengaja menukar bagian kapal Titanic dan memasangkannya pada Olympic. Robin juga menyatakan pendapatnya itu berdasarkan fakta bahwa uji coba laut Titanic hanya berlangsung selama beberapa jam. Sedangkan kapal Olympic dulu membutuhkan  waktu selama dua hari.

Selain itu, dalam ekspedisi John Chatteron dan Richie Kohler menemukan 2 bangkai Titanic yag berukuran 90 kaki dan 30 kaki terpisah sejauh 1 mil, hal ini sangat mustahil terjadi jika hanya dikarenakan sebuah benturan di dasar laut. Dalam penelitiannya, mereka menyimpulkan bahwa titanic terbelah menjadi 4 bagian saat masih berada di atas air, bukan terbelah menjadi 2 seperti teori dan visual film yang telah ada.

Sebuah teori konspirasi yag kebenarannya dirahasiakan menyebutkan bahwa terpisahnya belahan bangkai kapal Titanic sejauh 1 mil disebabkan oleh adanya bahan peledak yag ditempatkan di badan kapal. Maka dari itu, hal tersebut pasti sudah lama direncanakan, dengan tujuan membunuhb dan melenyapakan beberapa tokoh berpangaruh di dalam kapal tersebut.

Dulu, pada tahun 1910 di Jenkyll Georgia, sekitar 7 orang merencanakan terwujudnya Federal Reserve, yang menghasilkan korporasi antara J.P Morgan, Rothschild, dan Rockfeller yang dikendalikan oleh Jesuit (Perkumpulan yang sangat berkuasa waktu itu). Perkumpulan ini melakukan segala cara untuk mewujudkan rencananya, bahkan bisa sampai melenyapkan orang-orang yang menentang Federal Reserve terwujud.

John Jacob Aster V, Isidor Streves, dan Benjamin Guggenheim merupakan orang terjaya yang berpengaruh di dunia dan penentang tujuan Jesuit tersebut. Mereka mengguanakan kejayaannya untuk menentang Federal Reserve dan menghalangi Perang Dunia I. Sangat sulit untuk membunuh mereka, jadi dibuatlah sebuah iklan besar-besaran guna menarik perhatian mereka mengikuti pelayaran perdana kapal Titanic. Sejak awal pembuatannya, J.P Morgan (tokoh Jesuit) telah mengambil alih WSL dan telah lama merencanakan tragedy Titanic.

Kapten kapal Titanic, Edward J. Smith, adalah seorang Master Jesuit dari atasannya Francis Bowne (Jesuit General di Irlandia) untuk melakukan ‘deathship’ dengan menabrakkan Titanic dengan gunung es dan memasang bom di badan Titanic. Itulah mengapa sang kapten kapal menghiraukan peringatan adanya gunung es sebanyak 2 kali dan membawa Titanic dengan kekuatan penuh 22 knots di gelapnya malam menuju jalur yang sesat hingga menabrak gunung es. Kemudian pada Desember 1913 Federal Reverse sebagai perusahaan swasta berhasil didirikan.

Demikian artikel yang berjudul rumor di balik tenggelamnya RMS Titanic di Samudera Atlantik ini. Semoga bermanfaat bagi anda dan orang lain.

Komentar