UTS-Kenangan dari PLN di pengujung 2019
Padamnya listrik di sebagian jawa yang bukan kesengajaan dari PT PLN merupakan kenangan pahit di pengujung tahun 2019 bagi sebagian penduduk di pulau jawa. Tidak ada yang pernah menyangka, bahwa di tahun 2019, saat pembangkit baru terus bertambah dan rasio elektrifikasi semakin membuncah, masih bisa terjadi musibah pemadaman listrik massal.
Parahnyalagi,kejadianinimenimpapulauJawabagianbarattermasukDKIJakarta.Kawasan yang berkali-kali ditegaskan oleh PT PLN (Persero) memiliki cadangan listrik berlimpah dan disokong dengan sistem kelistrikan yang handal. Namun tiba-tiba, pada Minggu siang hari semuakekayaansetrumyangpernahdijanjikantersebutternyatatakberarti-apa.
Sekitar pukul 12 siang, pemadaman listrik massal terjadi di kawasan Jabodetabek tanpa terjadwal sebelumnya. Diketahui kemudian, sebagian wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah ikut terdampak. Dalam hitungan menit, pemadaman ini berdampak kepada dua sektor yang paling krusial dalam ekonomi; transportasi dan komunikasi.
Jakarta yang tengah bangga dengan infrastruktur transportasi mewahnya harus menelan kecewa. MRT terpaksa berhenti beroperasi, bahkan terdapat 4 MRT yang terjebak saat menempuh perjalanan dan berada di bawah tanah dan harus mengevakuasi penumpang. Hal serupa dialami oleh kendaraan yang mengandalkan tenaga listrik, tidak beroperasi selama pemadaman berlangsung.
Transportasi juga berantakan dengan rambu-rambu yang tak berfungsi di beberapa titik jalan raya, kita tahu dengan jumlah transportasi berupa kendaraan roda 2, 4 dan juga roda banyak , layanan transportasi online yang biasa jadi andalan masyarakat ikut tak berdaya karena tak ada sinyal komunikasi.
Padam listrik, mati juga akses komunikasi. Setidaknya tiga provider telekomunikasi besar seperti Indosat, Telkomsel, dan XL Axiata mengaku terganggu layanannya akibat padam listrik. Jangankan untuk mengakses jaringan internet, jaringan untuk telepon saja tak bisa.
Direktur Utama PT PLN (Persero) Sripeni Inten meminta maaf atas terjadinya pemadaman listrik yang terjadi sejak pukul 11.45 pada Minggu 4 Agustus 2019, yang mengakibatkan lumpuhnya jawa.
Sripeni yang baru menjabat kursi tertinggi PLN dalam hitungan hari itu bercerita kronologi pemadaman yang terjadi dan melumpuhkan sebagian besar wilayah Jawa ini, yakni disebabkan oleh putusnya jaringan listrik di sistem Jawa-Bali.
Pemadaman disebabkan gangguan transmisi pada sirkit utara Ungaran-Pemalang sistem Jawa Bali 500 kilo Volt (kV). tranmisi tersebut terputus. Kondisi ini membuat pasokan listrik dari pembangkit di Jawa Timur menuju area barat otomatis pindah menuju selatan.
"Adaduapenopangjaringanbackbone500Kv,UtaradanSelatanmasingmasing-masingsirkit dua sirkit jadi ada 4 sirkit. Nah, dua sirkit Ungaran-Pemalang putus. sehingga pasokan lepas, jadikosong,"katadirutPTPLN,diKantorPusatPLN,Jakarta.
Pengalihan aliran daya ke sisi sikit Selatan gagal karena jaringan tersebut sedang mengalami pemeliharaan. Kondisi ini membuat pasokan listrik mengalami guncangan yang mengakibatkan pembangkit secara otomatis berhenti operasi untuk keamanan pembangkit.
"Waktu terjadi sirkit utara dilepas kemudian ini masuk ke jalur selatan ini menyebabkan goncangan sistem. Goncangan ini tidak baik, goncangan ini kalau dibiarkan maka pembangkit yang masih normal bisa lepas. Nah, oleh karena itu secara proteksi kesisteman melepaskan diri atau putus. Tasik Depok putus," lanjutnya
Kondisi ini membuat pasokan listrik ke arah barat melemah, sebenarnya terjdapat pembangkit disisi barat juga, tetapi daya yang di hasilkan oleh pembangkit tidak memenuhi jumlah beban yang di ampunya sehingga pembangkit yang terhubung dengan jaringan tersebut pun memutus pasokan listrik secara otomatis.
"Pembangkit yang terhubung secara keamanan nya itu sudah melepaskan diri otomatis karena ini perlindungan terhadap mesin-mesin pembangkit tadi, ini SOP. itu kemudian lepas sehingga pada lepas, lepas, lepas semua kemudian terjadi pemadaman," jelasnya.
Akibatnya tentu saja listrik padam di wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah.
Komentar
Posting Komentar