Kamu
Kamu
Kepadamu yang terindah.
Bintang malam yang paling terang.
Kau penuntun jiwaku yang tersesat.
Kau segarkan semua yang layu dijiwaku.
Laksana secawan air
Pelepas dahaga musyafir.
Tak ada syair.
Tak ada puisi.
Tak ada yang mampu ungkapkan indahmu.
Tak mampu lagi ku berkata.
Bibirku telah tersumbat kagumku.
Kepadamu sekuntum bunga surga kurangkai dengan indah.
Terangilah… tuntunlah…
Segarkan jiwaku.
Komentar
Posting Komentar