PUISI - DERUAN MALAM
DERUAN MALAM
NAMA : HENDRI KUSUMA
NIM : 191420346
Temaram kian menggelap
Gelap kian merengkuh
Rengkuhan senantiasa tak teraih
Bersama doa yang tersertakan
Kembali kuterusik
Di bilik nan sempit ini
Tak kubiarkan diri terterangi
Namun Sang Rembulan enggan mengalah
Kuraih bingkai serupa makanan
Mengisi lambung agar tak menderu
Meskipun mencengkeram jantung
Napus tercekat,
Namun paru-paru masih bercumbu
Mataku memandang goresan tinta
Yang membentuk potret dua insan
Kedua sudut bibir yang tertarik
Kontras dengan kedua sudut mata itu
Tak seperti kemarin
Air mataku tak lagi ada
Mungkin aku terbiasa sudah
Akan kehilangan dirimu
Orang bilang tulangku mulai meronta,
Mencuat.
Keluar
Tapi siapa peduli?
Aku tak bersalah Aku hanya merindukanmu
Merindu, taklah sebuah kesalahan, bukan?
NAMA : HENDRI KUSUMA
NIM : 191420346
Temaram kian menggelap
Gelap kian merengkuh
Rengkuhan senantiasa tak teraih
Bersama doa yang tersertakan
Kembali kuterusik
Di bilik nan sempit ini
Tak kubiarkan diri terterangi
Namun Sang Rembulan enggan mengalah
Kuraih bingkai serupa makanan
Mengisi lambung agar tak menderu
Meskipun mencengkeram jantung
Napus tercekat,
Namun paru-paru masih bercumbu
Mataku memandang goresan tinta
Yang membentuk potret dua insan
Kedua sudut bibir yang tertarik
Kontras dengan kedua sudut mata itu
Tak seperti kemarin
Air mataku tak lagi ada
Mungkin aku terbiasa sudah
Akan kehilangan dirimu
Orang bilang tulangku mulai meronta,
Mencuat.
Keluar
Tapi siapa peduli?
Aku tak bersalah Aku hanya merindukanmu
Merindu, taklah sebuah kesalahan, bukan?
Komentar
Posting Komentar