PUISI - Karantina
Karya: Ikhlasul Ainal
Dua bulan, adalah rumah
Kesendirian ; bagi tiap yang entah tumbuh dalam waktu
Dua bulan, adalah riuh
Ruang jaga tak kunjung hening
Setiap hiruk berujung pelik
Dua bulan, adalah bom waktu
Saatnya izrail termenung
Menatapi belati ditangannya
Yang kukuh untuk teguh-terjaga
Dua bulan, memang, penuh terka
Rumah, adalah titik temu
Mungkin kau tersesat ditikung lamunanmu
Tak apa ; aman adalah harapan
Lekaslah membaik, tak henti kudoakan.
Dua bulan, adalah rumah
Kesendirian ; bagi tiap yang entah tumbuh dalam waktu
Dua bulan, adalah riuh
Ruang jaga tak kunjung hening
Setiap hiruk berujung pelik
Dua bulan, adalah bom waktu
Saatnya izrail termenung
Menatapi belati ditangannya
Yang kukuh untuk teguh-terjaga
Dua bulan, memang, penuh terka
Rumah, adalah titik temu
Mungkin kau tersesat ditikung lamunanmu
Tak apa ; aman adalah harapan
Lekaslah membaik, tak henti kudoakan.
Komentar
Posting Komentar